33 C
Sidoarjo
Wednesday, November 4, 2026
spot_img

Ziarah Makam Mbah Bungkul, Dandim Surabaya Tekankan Pentingnya Meneladani Tokoh Sejarah

Surabaya, Bhirawa — Dalam rangka mengenang sejarah sekaligus menghormati jasa para tokoh penyebar agama Islam di Kota Pahlawan, Komandan Kodim (Dandim) 0830/Surabaya Letkol Inf Galih Candra Buana, S.I.P., melaksanakan ziarah dan doa bersama di Makam Sunan Bungkul atau yang dikenal masyarakat sebagai Mbah Bungkul, di Jalan Taman Bungkul, Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, pada Rabu (4/11/2026).

Makam Mbah Bungkul bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir seorang tokoh sejarah, melainkan situs religi dan warisan budaya yang memiliki makna mendalam bagi warga Surabaya. Sosok beliau dikenal luas sebagai tokoh penyebar agama Islam yang berperan penting dalam perkembangan kehidupan keagamaan di Kota Surabaya.

Kegiatan diawali dengan ziarah dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh pendahulu. Dandim kemudian bersilaturahmi dan berbincang hangat dengan juru kunci serta pengurus makam untuk mendalami nilai sejarah sekaligus menjalin kedekatan dengan para penjaga warisan budaya dan religi tersebut.

Kedatangan Dandim didampingi oleh Danramil 0830-17/Wonokromo, Mayor Inf Abdul Muntolib, serta Babinsa Kelurahan Darmo, Serka Munawar. Turut dilakukan pemantauan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan kawasan makam tetap aman serta kondusif.

Dandim Surabaya menyampaikan bahwa ziarah ke makam tokoh sejarah seperti Mbah Bungkul menjadi pengingat bagi seluruh generasi penerus untuk senantiasa menghargai jasa dan perjuangan para pendahulu. Nilai keteladanan dan semangat menyebarkan kebaikan yang diwariskan patut terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Berita Terkait :  Batalkan Empat Perjalanan KA, Daop 8 Surabaya Minta Maaf dan Jamin Hak Pelanggan Terpenuhi

“Melalui ziarah ini, kita tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga belajar menghargai perjuangan para pendahulu. Warisan sejarah dan nilai-nilai kebaikan yang mereka tinggalkan harus terus kita rawat agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ungkapnya.

Lebih lanjut, keberadaan situs sejarah dan religi seperti Makam Mbah Bungkul dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat identitas kota sekaligus memperkaya wawasan sejarah masyarakat, terutama generasi muda.

Kodim 0830/Surabaya berharap, semangat menghormati sejarah dan menjaga warisan budaya dapat terus tumbuh, serta hubungan harmonis antara TNI, tokoh agama, dan masyarakat semakin erat dalam membangun kebersamaan Kota Surabaya. [iin.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!