Sidoarjo, Bhirawa
Kepala UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo, Sri Mariyani mengatakan saat ini ada 46 anak Balita yang diasuh ditempat sosial milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur tersebut. Dari jumlah tersebut sudah ada enam anak, sudah memiliki Calon Orang Tua Angkat (COTA).
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Kamis lalu mengunjungi UPT PPSAB Pemprov Jatim yang berada di Jalan Walter Monginsidi No. 25, Sidoklumpuk, Sidokumpul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo itu.
Mimik Idayana dalam kesempatan itu mengatakan kunjungannya tidak lain untuk melepas kangen kepada puluhan Balita yang diasuh di tempat tersebut.
Mimik bersyukur anak-anak disana dalam kondisi sehat. Dirinya menyampaikan
terimakasih yang tidak terhingga kepada para pengasuh yang telah merawat mereka dengan ikhlas dan sabar.
“Pengasuh disini luar biasa, terimakasih atas kesabarannya dan keuletannya, Alhamdulillah anak-anak sehat semuanya,” ujarnya.
Sri Mariyani yang mendampingi kunjungan Wabup Sidoarjo itu mengatakan usia anak-anak disana antara 0-6 tahun. Ditempat itu juga diasuh kurang lebih 14 anak yang masuk dalam kategori penyandang disabilitas.
Sri Mariyani mengatakan anak-anak yang diasuh datang dari berbagai kabupaten/ kota di Jawa Timur. Kebanyakan dari Balita ini berasal dari kasus penemuan bayi terlantar yang dibuang. Bahkan beberapa hari ini, UPT PPSAB Sidoarjo baru saja telah menerima bayi berusia 3 hari.
“Sekarang ada 46 bayi dan disabilitas, yang kondisi disabilitas 14 anak, yang sekolah TK ada 2, yang sekolah SLB ada 6,” tuturnya.
Salah satu pekerja sosial di UPT PPSAB Sidoarjo, Pramutiya Safitri, mengatakan jadwal pengasuhan puluhan Balita di UPT PPSAB Sidoarjo dilakukan secara bergiliran. Ada tiga shif yang diberlakukan seperti rumah sakit. Setiap shifnya bertugas 5 sampai 6 orang pengasuh. Tugasnya merawat dan menjaga mereka mulai pagi, siang dan malam.
“Insha Allah tidak kewalahan, karena juga dibantu para bapak-bapak dan para pegawai administrasi disini, paling kewalahan waktu ada yang sakit, saat anak-anak harus opname di rumah sakit , butuh orang yang harus menjaga, jadi pengasuh disini berkurang,” ujarnya. [kus.kt]


