29.5 C
Sidoarjo
Monday, August 10, 2026
spot_img

Unesa Perkuat Hilirisasi Riset, 16 Proposal Raih Pendanaan 2026


Surabaya, Bhirawa – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus memperkuat hilirisasi hasil riset agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri.

Sebanyak 16 proposal riset Unesa berhasil lolos pendanaan Program Hilirisasi Riset Tahun 2026 yang diselenggarakan Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Capaian dinilai jadi langkah penting memperkuat ekosistem riset dan inovasi di lingkungan Unesa, Senin (10/8).

Direktur Direktorat Inovasi, Pemeringkatan, dan Publikasi Ilmiah (IPPI) Unesa, Nadi Suprapto mengatakan, keberhasilan 16 proposal tersebut menunjukkan semakin kuatnya budaya inovasi di lingkungan kampus.

Menurutnya, keberhasilan riset saat ini tidak hanya diukur dari publikasi atau luaran akademik. Namun, juga dari sejauh mana hasil penelitian dapat diimplementasikan serta memberikan manfaat bagi masyarakat maupun mitra industri.

“Pendanaan ini menunjukkan bahwa riset-riset Unesa memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh hingga menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan mitra industri. Kami terus mendorong para peneliti untuk membawa hasil riset menuju tahap implementasi,” ujarnya.

Nadi menjelaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari pendampingan yang dilakukan Direktorat IPPI secara berkelanjutan. Pendampingan diberikan mulai dari penyusunan proposal, penguatan kualitas inovasi, hingga pengembangan kemitraan dengan berbagai pihak.

Berdasarkan data Direktorat IPPI Unesa, dari 16 proposal yang memperoleh pendanaan, sebanyak 11 proposal berasal dari skema Hilirisasi Riset Ajakan Industri, terdiri dari delapan proposal baru dan tiga proposal lanjutan tahun kedua.

Berita Terkait :  Poltekkes Kemenkes Surabaya Gelar Pengabmas di Puskesmas Candi, Sidoarjo

Selanjutnya, satu proposal lolos melalui skema Hilirisasi Riset Dorongan Teknologi, sedangkan empat proposal lainnya memperoleh pendanaan melalui skema Sinergi 2026. Pada skema Hilirisasi Riset Ajakan Industri 2026, delapan dari 17 proposal yang diajukan berhasil memperoleh pendanaan. Sedangkan pada proposal lanjutan tahun kedua, tiga dari enam proposal yang diajukan dinyatakan lolos.

Sementara itu, satu proposal pada skema Dorongan Teknologi berhasil memperoleh pendanaan. Kemudian, pada skema Sinergi 2026, sebanyak empat dari 28 proposal yang diajukan Unesa berhasil melewati seleksi nasional.

Menurut Nadi, capaian tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesiapan peneliti Unesa dalam menghadapi skema pendanaan yang kompetitif. Selain itu, keberhasilan tersebut juga memperlihatkan semakin terbukanya peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri.

“Direktorat IPPI berkomitmen memberikan pendampingan agar para peneliti memiliki kesiapan menghadapi berbagai skema pendanaan kompetitif. Harapannya, semakin banyak hasil penelitian Unesa yang dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat,” katanya.

Melalui capaian tersebut, Unesa terus mendorong terbentuknya ekosistem riset yang tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang siap dihilirkan, diterapkan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta dunia usaha dan dunia industri. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!