31.8 C
Sidoarjo
Monday, August 10, 2026
spot_img

Dini Rahmania Ajak Masyarakat Kembali Hidupkan Pasar Rakyat di Probolinggo

Kabupaten Probolinggo, Bhirawa – Keluhan pedagang terkait kondisi pasar yang semakin sepi menjadi perhatian Anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi Partai NasDem, Dini Rahmania. Ia mengajak masyarakat kembali berbelanja di pasar rakyat untuk menghidupkan roda perekonomian sekaligus menyerap langsung aspirasi para pedagang, Senin (10/8/2026).

Hal itu disampaikan Dini saat menggelar kegiatan belanja bersama kader Partai NasDem di Pasar Rakyat Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Dalam kegiatan tersebut, kader dari Kecamatan Sumberasih dan Kecamatan Lumbang diajak berbelanja sekaligus berinteraksi langsung dengan para pedagang.

Dini mengatakan, dari sejumlah kunjungan ke pasar, dirinya menemukan adanya pedagang yang mengeluhkan penurunan aktivitas jual beli. Salah satunya pedagang di Pasar Lumbang yang menyebut kondisi pasar semakin sepi.

“Banyak sekali para pedagang yang menyampaikan bahwa harga naik dan pasar semakin sepi. Harapan saya, ayo kita kembali ke pasar untuk bisa menghidupkan kembali roda perekonomian rakyat,” ujar Dini.

Menurutnya, pasar bukan sekadar tempat transaksi jual beli, tetapi menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga. Ia mencontohkan seorang pedagang yang ditemuinya mengaku telah berjualan ayam sejak anaknya duduk di bangku sekolah dasar hingga kuliah.

“Dari berkegiatan di pasar ini, saya bisa menyekolahkan anak saya sampai ke pendidikan lebih tinggi. Jadi dari pasar ini banyak sekali kehidupan ekonomi yang berputar,” katanya.

Dini menyebut kegiatan belanja bersama tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat. Jika selama ini reses dilakukan melalui pertemuan tatap muka, kali ini kader diajak turun langsung ke pasar untuk mendengar kondisi pedagang.

Berita Terkait :  Rencana UN Digelar Kembali, Mendikdasmen Diharapkan Pertimbangkan Lagi

Ia berharap pemerintah daerah terus memperhatikan kenyamanan pasar, mulai dari kebersihan, kerapian lapak hingga kondisi bangunan. Pasar yang bersih dan nyaman dinilai dapat membuat pedagang maupun pembeli lebih betah.

“Kalau pasarnya nyaman, bersih, kemudian bedaknya tertata rapi, insya Allah pedagang pun nyaman dan para pembeli pun bisa semakin nyaman juga belanjanya,” ujarnya.

Selain itu, Dini mengingatkan agar persoalan seperti kebocoran pasar tidak terjadi, terutama ketika memasuki musim hujan. Menurutnya, kondisi pasar yang nyaman menjadi salah satu faktor penting untuk menarik masyarakat kembali berbelanja.

Dini juga mengungkapkan, sepinya sejumlah pasar tidak semata-mata disebabkan kemampuan daya beli masyarakat. Berdasarkan cerita sejumlah pedagang, perubahan pola belanja setelah pandemi Covid-19 turut memengaruhi aktivitas pasar tradisional.

“Sejak Covid jadi sepi bukan karena ketidakmampuan pembeli, tapi karena berubah saja gaya belinya konsumen. Sekarang ada mlijo yang datang langsung, ada juga penjual online. Jadi para pembeli itu banyak yang sudah beralih,” jelasnya.

Meski demikian, ia menilai pasar rakyat tetap memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak sepenuhnya meninggalkan pasar tradisional meski kini tersedia berbagai pilihan tempat dan cara berbelanja.

Dini juga mengajak masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik saat berbelanja dengan membawa tas belanja sendiri.

“Janganlah kita membuat sepi pasar. Kita boleh belanja di department store yang besar, tapi pasar juga perlu kita hidupkan kembali,” katanya.

Berita Terkait :  Refleksi Hari Boyong Nganjuk 2026: Momentum Transformasi Geohistori Menuju Tata Ruang Solutif

Sementara itu, terkait keluhan pedagang mengenai kenaikan harga komoditas, Dini mengatakan persoalan tersebut berkaitan dengan kondisi ekonomi makro dan rantai pasok. Ia menilai harga komoditas di setiap pasar juga dapat berbeda dan berubah-ubah.

“Kalau masalah harga naik itu karena terkait sama ekonomi makro. Kalau kondisi ekonominya semakin baik, insya Allah nanti harga juga akan mengikuti,” ujarnya.

Ia mencontohkan harga ayam yang ditemuinya berbeda antara satu pasar dengan pasar lainnya. Menurut Dini, perbedaan harga antarwilayah tersebut memang dapat terjadi dan sifatnya fluktuatif.

Kondisi itu juga dirasakan pedagang ayam di Pasar Lumbang, Lia. Ia menyebut harga ayam mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

“Kalau hari libur sekolah itu di sini jualnya Rp33 ribu, Rp32 ribu. Sekarang Rp40 ribu,” ujar Lia.

Menurutnya, harga ayam Rp40 ribu tersebut sudah berlangsung sekitar dua hari, setelah sebelumnya berada di kisaran Rp38 ribu. Ia juga menyebut harga ayam cenderung mengalami kenaikan ketika mendekati momentum tertentu.

“Kalau hari-hari besar,” katanya ketika ditanya mengenai waktu permintaan ayam biasanya meningkat.

Dini juga menanggapi adanya keluhan mengenai harga komoditas yang disebut mengalami kenaikan ketika program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan. Ia berharap tidak terjadi perbedaan harga yang terlalu jauh antara saat program berjalan maupun ketika kegiatan MBG berhenti sementara.

Menurutnya, pemerintah perlu terus memperbaiki tata kelola rantai pasok agar kebutuhan bahan pangan untuk MBG tidak justru menimbulkan gejolak harga di tingkat pasar.

Berita Terkait :  Polda Jatim Berangkatkan Bantuan Kemanusiaan ke Sumatera

“Harapannya jangan ada perbedaan saat MBG running maupun enggak. Kalau pemerintah komitmen mengatur bagaimana rantai pasok ini, insya Allah nanti akan kembali normal,” katanya.

Dini menilai MBG pada dasarnya juga dapat menjadi bagian dari penggerak ekonomi kerakyatan. Sebab, selain memberikan manfaat bagi anak-anak penerima makanan bergizi, kebutuhan bahan pangan program tersebut diharapkan dapat diserap dari hasil produksi petani dan pelaku usaha lokal.

“Rantai pasoknya masih diperbaiki memang, harus itu,” tandasnya.

Dini menambahkan, sejumlah pasar di daerah pemilihannya akan kembali dikunjungi dalam agenda berikutnya. Ia menyebut Pasar Kota, Pasar Wonosari hingga sejumlah pasar di wilayah Pasuruan menjadi bagian dari rencana kunjungannya untuk melihat langsung kondisi pedagang dan menyerap aspirasi masyarakat.  [fir.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!