31.6 C
Sidoarjo
Monday, August 10, 2026
spot_img

Sungai Krasak Jadi Fokus, UPT PSDA Bondoyudo Baru Ajak Warga Rawat Sumber Air untuk Masa Depan

Pemprov Jatim, Bhirawa – Pagi ini suasana Antrukan Pawon, Desa Kertowono, Kecamatan Gucialit dipenuhi semangat gotong-royong. Puluhan warga, aparat desa, unsur keamanan, kelompok sadar wisata, dan jajaran Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur melalui UPT PSDA WS Bondoyudo Baru berkumpul untuk memperingati Hari Sungai Nasional, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang diawali apel pagi ini mengusung tema Sungai Lestari, Air Terjaga, Jawa Timur Sejahtera dan diisi dengan penanaman bibit pohon buah, tebar bibit ikan, serta aksi bersih-bersih sepanjang hulu Sungai Krasak.

“Ini bukan sekadar seremonial,” kata Ir. Prabowo, ST., MT., Kepala UPT PSDA WS Bondoyudo Baru DPU SDA Provinsi Jawa Timur, usai apel.

Prabowo menekankan pentingnya sinergi antar-pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas dan kuantitas sumber air di wilayah Bondoyudo.

“Sungai adalah nadi kehidupan masyarakat di sini. Jika kita jaga sekarang, manfaatnya akan dirasakan petani, nelayan, dan generasi mendatang,” katanya.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan apel yang dipimpin kepala UPT. Camat Gucialit, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa Kertowono, serta perwakilan Pokdarwis Antrukan Pawon hadir memberikan dukungan.

Setelah apel, peserta bergerak ke titik penanaman di tepian sungai. Puluhan bibit pohon buah ditanam untuk memperkuat bantaran sungai, mengurangi erosi, serta menyediakan sumber pangan lokal.

“Penanaman pohon di kawasan hulu dapat menahan laju sedimentasi dan memperbaiki resapan air,” ujar Prabowo menambahkan.

Berita Terkait :  Stasiun Babadan akan Dijadikan Stasiun Cargo sebagai Upaya Tingkatkan PAD

Menurutnya, pemilihan jenis pohon buah juga strategis karena memberi manfaat ganda, konservasi lingkungan sekaligus tambahan ekonomi bagi warga melalui buah yang dapat dipanen.

Selain penghijauan, kegiatan tebar bibit ikan menjadi daya tarik warga. Tebar benih ditujukan untuk memulihkan populasi ikan sungai yang menurun akibat perubahan aliran dan pencemaran. Aksi bersih-bersih menyisir sampah organik dan anorganik di sepanjang bantaran, dengan fokus pada pengurangan plastik yang sering menyumbat aliran.

Prabowo mengakui tantangan di WS Bondoyudo Baru tidak ringan. “Kawasan hulu masih menghadapi tekanan alih fungsi lahan, sampah rumah tangga, dan sedimentasi dari aktivitas di hulu. Bila tidak ditangani, ketersediaan air untuk irigasi dan kebutuhan rumah tangga akan terganggu,” ujarnya.

Lepas ribuan bibit ikan mas.

Untuk itu UPT mendorong langkah-langkah preventif, edukasi publik, penguatan tata ruang berbasis sungai, serta kerja sama lintas sektor dengan pemerintah kecamatan dan desa.

Ia menambahkan program monitoring kualitas air secara berkala dan pemasangan tanda zona larangan buang sampah di titik-titik strategis. “Kami juga membuka ruang partisipasi masyarakat melalui Pokdarwis dan kelompok tani untuk menjaga bantaran serta menerapkan praktik pertanian berkelanjutan,” kata Prabowo.

Bagi warga Kertowono, kegiatan ini memberi harapan nyata. Seorang anggota Pokdarwis yang ikut menanam bibit mengatakan bahwa sungai yang terjaga meningkatkan daya tarik desa sebagai destinasi wisata alam mikro sekaligus mendukung mata pencaharian lokal. “Dengan sungai bersih, pengunjung lebih nyaman. Hasil panen ikan dan buah juga bisa meningkat,” katanya.

Berita Terkait :  Pj Bupati Bojonegoro: Gunakan Anggaran dengan Baik

Prabowo menegaskan bahwa peringatan Hari Sungai Nasional harus ditindaklanjuti dengan kegiatan berkelanjutan. UPT PSDA akan menyusun rencana jangka menengah yang meliputi rehabilitasi daerah aliran sungai, pelibatan sekolah untuk program edukasi lingkungan, serta sinergi dengan instansi penegak hukum untuk mencegah pembuangan limbah ilegal.

“Kita jaga sungai kita, kita pelihara sumber air kita, dan kita wariskan lingkungan yang lebih baik kepada generasi yang akan datang,” ujar Prabowo menutup.

Lewat kegiatan ini, ia dan pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil peran nyata, bukan hanya pada peringatan tahunan.

Peringatan di Lumajang menjadi cermin nyata bahwa upaya konservasi perlu didorong dari tingkat lokal dengan dukungan pemerintah provinsi. Dengan kombinasi aksi fisik, seperti penanaman, tebar benih, pembersihan dan kebijakan pengelolaan, Sungai Krasak diharapkan kembali menjadi sumber kehidupan yang lestari bagi masyarakat setempat. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!