26 C
Sidoarjo
Thursday, August 20, 2026
spot_img

Unars Siap Kolaborasi Batik Tulis Motif Tabing Tongkok Karya Disabilitas Situbondo


Situbondo, Bhirawa – Pemerintah Desa Tribungan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, memperkuat komitmen pemberdayaan ekonomi inklusif melalui pelatihan membatik bagi warga penyandang disabilitas.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Situbondo (PPIDS) ini diikuti 16 peserta lintas disabilitas dari wilayah Kecamatan Mangaran. Pelatihan ini tak hanya mengasah keterampilan teknis memproduksi batik tulis, tetapi juga memperkenalkan identitas visual lokal baru melalui motif khas Mangaran, yaitu Tabing Tongko.

Kehadiran motif ini semakin memperkaya khazanah batik khas Situbondo yang sebelumnya telah dikenal dengan motif terumbu karang, kepiting, hingga maronggi.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Abdurachman Saleh (UNARS) Situbondo, Ainur Rofik, M.Pd., menyampaikan bahwa keunikan motif Tabing Tongko menjadi nilai jual utama yang membedakan karya perajin Tribungan di pasaran.

Sinergi Strategis Branding dan E-Commerce ingin agar karya para peserta memiliki keberlanjutan usaha dan daya serap pasar yang tinggi, pihak desa dan kampus menggandeng Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Situbondo serta Balai Latihan Kerja (BLK).

Pendampingan difokuskan pada skema pencitraan produk (branding), lanjut Ainur Rofik, penentuan harga jual yang kompetitif, hingga strategi pemasaran digital.

“Fokus kami adalah membantu dari sisi branding dan marketing agar output batik tulis ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Para peserta juga akan dibekali pelatihan berjualan di marketplace digital. Dengan begitu, mereka dapat menjalankan usaha dan melayani pesanan dari rumah tanpa terkendala lokasi,” terang Ainur Rofik.

Berita Terkait :  Riset UB Ungkap Kontribusi Besar Hutan Jatim yang Belum Tercatat

Meskipun memiliki keterbatasan fisik, lanjut Ainur Rofik, kualitas goresan canting dan kerapian hasil karya para peserta mendapat pujian dari berbagai pihak.

“Ini terwujud berkat adanya sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas disabilitas ini diharapkan mampu mencetak wirausahawan mandiri yang berdaya saing dari Desa Trebungan,” pungkas Ainur Rofik. [awi.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!