23.4 C
Sidoarjo
Tuesday, June 9, 2026
spot_img

UMM Fokus Riset Solutif dari Stunting sampai Halal Center


Malang, Bhirawa
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus meneguhkan komitmennya dalam menjawab berbagai isu krusial nasional dan global. Tidak sekadar menjadi menara gading akademis, Kampus Putih secara masif menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, mulai dari penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga ekspansi internasional ke Tiongkok.

Wakil Rektor IV UMM, Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menegaskan bahwa seluruh riset dan inovasi yang dikembangkan UMM saat ini difokuskan secara tajam untuk menyelesaikan permasalahan riil yang dihadapi masyarakat dan industri.

“Kita sekarang mengarahkan agar persoalan yang diangkat itu berangkat dari persoalan riil masyarakat atau industri, bukan lagi sekadar mengisi kekosongan (gap) dari literatur akademis semata,” tegas Salis kepada awak media.

Dampak nyata dari kebijakan tersebut diwujudkan melalui berbagai kolaborasi strategis. Di tingkat nasional, UMM menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengkaji pengelolaan tambang berkelanjutan serta merumuskan standar bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas.

Sementara di kancah global, UMM berhasil menembus Tiongkok melalui pendirian Halal Center di Fuzhou University, yang diproyeksikan membuka peluang bagi alumni UMM untuk memimpin ekosistem sertifikasi halal internasional.

Sementara itu, Kepala Biro Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama UMM, Dr. Salahudin, M.Si., MPA., menjelaskan bahwa strategi pengabdian masyarakat yang dilakukan UMM selalu terukur dan berbasis data lapangan (mapping problem).

Berita Terkait :  HUT TNI Ke-79, Kodim Gelar Bakti Kesehatan Donor Darah

“Program pengabdian kepada masyarakat itu tidak berangkat dari ide universitas, tetapi berangkat dari permasalahan masyarakat. Karena itu, sebelumnya kami melakukan mapping problem sosial, seperti inisiatif penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT,” urai Salahudin.

Selain di NTT, intervensi berkelanjutan UMM juga sukses menghidupkan perekonomian desa di berbagai daerah. Di antaranya melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sumber Maron (Malang), transformasi Kampung Wisata Jodipan, hingga penerapan sistem green farming di lahan terasering Tabanan, Bali, yang berujung pada pengakuan resmi sebagai mitra UNESCO.

Untuk memastikan keberlanjutan dampak positif tersebut, UMM menerjunkan langsung mahasiswanya ke lapangan dengan dibekali penguasaan tiga bahasa utama, yakni bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa pemrograman (coding) guna menghadapi tantangan era digital. [mut.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!