27.8 C
Sidoarjo
Tuesday, August 4, 2026
spot_img

Gubernur Jatim Tambah Apresiasi Juara LKS Dikmen


Bonus Utuh dan Biayai Sekolah Siswa Berprestasi Tak Mampu

Dindik Jatim, Bhirawa – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung siswa berprestasi dengan memberikan apresiasi lebih kepada para peraih medali Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Nasional 2026. Selain bonus uang pembinaan, Pemprov Jatim juga menanggung biaya pendidikan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu dan yatim piatu.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan bonus yang diberikan tetap dipertahankan meski nominal penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun ini mengalami penurunan.

“Bonus dari Ibu Gubernur tetap Rp10 juta untuk peraih medali emas, Rp7,5 juta untuk medali perak, Rp5 juta untuk medali perunggu, dan Rp2,5 juta bagi peraih Medallion for Excellence (MoE). Ini bentuk apresiasi atas perjuangan luar biasa anak-anak kita,” ujar Aries, Selasa (4/8).

Menurutnya, perjuangan para peserta LKS tidaklah singkat. Mereka harus melewati seleksi tingkat provinsi, mengikuti Training and Talent Camp (TTC), hingga akhirnya tampil di tingkat nasional.

Aries menuturkan, perhatian Gubernur Khofifah tidak hanya berhenti pada pemberian bonus. Saat bertemu langsung dengan salah satu peraih medali emas bidang Artificial Intelligence, diketahui siswa tersebut berasal dari keluarga kurang mampu, tinggal di rumah kos jauh dari orang tua, menghidupi dirinya sendiri, serta memiliki tunggakan SPP di sekolah swasta.

Berita Terkait :  Toko Kelontong Desa Mojokembang Mulai Beralih dari Pencatatan Manual ke Sistem Web

“Atas perintah Ibu Gubernur, tunggakan SPP siswa tersebut langsung kami selesaikan dan biaya pendidikannya akan ditanggung hingga lulus. Bahkan kami juga melihat langsung kondisi tempat kosnya. Bonus yang diberikan juga diharapkan bisa membantu biaya hidup dan tempat tinggalnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, seluruh bonus diberikan sepenuhnya kepada siswa dan tidak boleh dipotong oleh pihak sekolah. Jika terdapat tunggakan biaya pendidikan, khususnya di sekolah swasta, maka akan diselesaikan melalui bantuan dari Gubernur tanpa mengurangi hak siswa atas bonus yang diterimanya. “Bonus itu hak pribadi peserta, utuh diterima oleh mereka. Sekolah tidak boleh mengambil bagian dari bonus tersebut,” tegas Aries.

Selain itu, Dindik Jatim juga melakukan pendataan terhadap peserta LKS yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan bantuan biaya pendidikan. Kebijakan tersebut berlaku bagi peraih medali emas, perak, maupun perunggu yang memenuhi kriteria.

Aries berharap apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi para juara LKS untuk terus mengembangkan kompetensinya, baik melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja.

“Bagi yang ingin kuliah, ada peluang beasiswa dari kementerian maupun mitra. Sedangkan yang ingin bekerja, saya minta sekolah segera menghubungkan mereka dengan dunia usaha dan dunia industri,” ujarnya.

Sebanyak 12 peserta LKS Dikmen 2026 tercatat menerima bantuan keringanan biaya pendidikan dari Gubernur Khofifah. Mereka berasal dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur dengan latar belakang keluarga kurang mampu, termasuk siswa yatim maupun yang orang tuanya telah meninggal dunia. Bantuan tersebut diharapkan memastikan para siswa berprestasi dapat menyelesaikan pendidikan tanpa terkendala biaya.

Berita Terkait :  Unggul dalam Pengelolaan TeFa, SMKN 1 Buduran jadi Jujukan Studi Banding

Adapun para siswa tersebut berasal dari Moh. Hamzah Rizqi dari SMK Kartanegara Wates Kediri bidang kompetensi lomba Welding, Varillo Agasyavano Friansyah dari SMKN 1 Jabon Sidoarjo bidang lomba Autonomous Mobile Robotics, Afriendi Eka Fardhansyah dan Ahmad Ilham Maulana dari SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Kab. Malang bidang lomba Landscape and Gardening, Frandy Maulana Firmansyah dari SMK Dwija Bhakti 2 Jombang bidang lomba Heavy Vehicle Technology, Reyhan Maulidan Ronaldo SMKN 2 Turen, Kab. Malang bidang lomba Nautica.

Selanjutnya Muhammad Arjund Khaddrah dari SMK Taruna Jaya Prawira Tuban bidang lomba Mechanical Engineering CAD, Revano Satya Pandega SMK Telkom Sidoarjo bidang kompetensi lomba Kecerdasan Artifisial (Eksibisi), Olivia Widyasari Pratama SMKN 6 Surabaya bidang kompetensi lomba Cooking, Nadine Pramita SMKN 6 Surabaya bidang kompetensi lomba Hairdressing, dan M. Taufik Savalas SMKN 1 Beji Pasuruan bidang kompetensi lomba Electrical Installation. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!