27.8 C
Sidoarjo
Tuesday, August 4, 2026
spot_img

Unusa Redesain Kurikulum OBE, Siapkan Lulusan Unggul Hadapi Era AI


Surabaya, Bhirawa – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melakukan redesain kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai langkah strategis menyiapkan lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing pada era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Auditorium lantai 9, Kampus B Unusa Jemursari, Surabaya.

Kegiatan Sarasehan Redesain Kurikulum Unusa bertajuk “Kurikulum Berdampak Berbasis Outcome Based Education (OBE) untuk Lulusan Unggul dan Berdaya Saing”, forum tersebut penyusunan arah kurikulum yang selaras dengan transformasi digital, perkembangan teknologi, dan kebutuhan dunia kerja, Selasa (4/8).

Staf Ahli Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Hermawan Kresno Dipojono, menegaskan perkembangan AI dan otomatisasi akan menggantikan banyak pekerjaan yang bersifat rutin, sebab itu, perguruan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang robot-proof, yakni memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, kepemimpinan, empati, serta kemampuan menyelesaikan persoalan yang tidak dapat digantikan oleh mesin.

“Robot dan AI akan mengambil alih pekerjaan yang bersifat rutin, Karena itu, perguruan tinggi harus mempersiapkan lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, berinovasi, berempati, serta mampu menyelesaikan persoalan nyata, kompetensi seperti inilah yang sulit digantikan oleh teknologi,” jelasnya.

Lanjut Prof. Hermawan mengatakan bahwa memperkenalkan konsep Digital Khalifah 2050, yaitu paradigma pembangunan sumber daya manusia yang mengintegrasikan kecerdasan digital dengan nilai moral, spiritual, dan kepemimpinan. Menurutnya, Indonesia memerlukan generasi yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu mengarahkan pemanfaatannya untuk kemaslahatan masyarakat melalui penguatan human capital, inovasi digital, dan kemandirian ekonomi.

Berita Terkait :  Mahasiswa UMM Ciptakan Krim Anti Kerut Kulit untuk Segala Usia

Ketua YARSIS Prof. Mohammad Nuh mengataka perubahan kurikulum tidak cukup hanya menjawab kebutuhan industri, tapi perguruan tinggi harus tetap berpijak pada tujuan membentuk manusia yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

“Arah pengembangan Unusa sebagai Islamic Sustainable Digital University menempatkan keberlanjutan, kebermanfaatan, serta nilai-nilai keislaman sebagai fondasi dalam seluruh proses pendidikan,” ucapnya.

Beliau menambahkan mahasiswa tidak hanya didorong meraih ijazah, tapi jadi true learner atau pembelajar sepanjang hayat yang mampu terus beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sementara itu, Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono menjelaskan filosofi melalui implementasi kurikulum berbasis OBE yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan sesuai kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dunia industri, perkembangan teknologi, serta misi pengabdian Unusa.

“Kurikulum tidak lagi hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi dirancang mulai dari capaian pembelajaran lulusan agar mampu menghasilkan lulusan yang berkarakter, kompeten, adaptif, dan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan bangsa,” jelasnya.

Prof. Tri Yogi menyampaikan perubahan kurikulum diarahkan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih fleksibel, kolaboratif, serta berbasis penyelesaian persoalan nyata. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat, literasi digital, jiwa kepemimpinan, dan kepekaan sosial. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!