27.8 C
Sidoarjo
Tuesday, August 4, 2026
spot_img

Dongkrak Ekonomi Wilayah Timur Jatim, Pemkot Probolinggo dan Bakorwil V Jember Garap Dua Isu Strategis


Kota Probolinggo, Bhirawa – Penguatan konektivitas menuju kawasan Bromo dan optimalisasi Pelabuhan Probolinggo menjadi isu utama dalam pertemuan Pemerintah Kota Probolinggo dengan Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) V Jember, Selasa (4/8).

Sinergi antardaerah dinilai menjadi kunci agar potensi ekonomi, pariwisata, dan investasi di wilayah timur Jawa dapat berkembang lebih merata.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Bakorwil V Jember Budi Raharjo menyampaikan bahwa pihaknya mendapat mandat dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat koordinasi pembangunan lintas daerah, termasuk menyelaraskan program kabupaten dan kota yang saling berkaitan.

Menurutnya, pengembangan kawasan tidak lagi dapat dilakukan secara parsial karena sejumlah sektor, seperti pariwisata, transportasi, hingga logistik, membutuhkan keterhubungan antarwilayah.

“Kami membawa pesan Ibu Gubernur agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada wilayah masing-masing, tetapi mampu merekatkan antardaerah. Banyak isu yang harus dibangun bersama, mulai dari konektivitas wilayah, pengembangan pariwisata hingga peningkatan produktivitas ekonomi,” ujar Budi.

Ia menilai kawasan Bromo menjadi salah satu contoh yang membutuhkan kolaborasi lintas daerah. Sebagai destinasi wisata internasional, Bromo dinilai perlu didukung jaringan transportasi yang terintegrasi sehingga wisatawan tidak hanya berkunjung ke satu lokasi, tetapi juga terdorong mengakses destinasi lain di wilayah sekitar.

Selain pengembangan pariwisata, Bakorwil juga menyoroti perlunya optimalisasi Pelabuhan Probolinggo, penguatan konektivitas jalur kereta api, peningkatan fasilitas publik, hingga pengembangan layanan kesehatan rujukan sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing kawasan.

Berita Terkait :  Pelaku Usaha Mikro Desa Simoangin-Angin Terbantu NIB Dari Desa Cantik

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan pemerintah kota telah menetapkan arah pembangunan yang bertumpu pada tiga sektor utama, yakni pelabuhan, kota transit, dan penyangga kawasan wisata Bromo.

“Kami ingin Kota Probolinggo menjadi gerbang transit wisata dunia menuju Bromo melalui penguatan konektivitas kereta api, pelabuhan, terminal, hingga fasilitas publik yang terintegrasi. Di sisi lain, pengembangan pelabuhan, distribusi logistik, pemberdayaan UMKM, dan digitalisasi pemerintahan terus kami dorong agar mampu meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurut Aminuddin, penguatan konektivitas tersebut juga diarahkan untuk mendukung pertumbuhan investasi sekaligus memperluas dampak ekonomi sektor pariwisata kepada masyarakat.

Sejumlah program yang tengah dikembangkan antara lain penguatan layanan kereta komuter, pengembangan kawasan pelabuhan, penataan destinasi wisata, serta peningkatan kalender kegiatan daerah.

Pertemuan tersebut juga menghasilkan komitmen awal untuk menindaklanjuti sejumlah peluang kerja sama, di antaranya penguatan konektivitas kawasan Bromo, optimalisasi Pelabuhan Probolinggo, percepatan investasi, serta penyelesaian sejumlah persoalan kewenangan yang memerlukan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar pembangunan kawasan dapat berjalan lebih efektif. [fir.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!