28 C
Sidoarjo
Thursday, September 3, 2026
spot_img

Trauma Dugaan Keracunan, MBG Di SMPN 1 Kabuh  Jombang Tak Dibagikan

Jombang, Bhirawa – Karena trauma kejadian dugaan keracunan yang dialami para pelajar SMPN 1 Kabuh, Jombang, Rabu (2/9/2026), usai mengkonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) , ratusan porsi MBG tidak dibagikan kepada pelajar setempat penerima manfaat, Kamis siang (3/9/2026).

“Hari ini sementara anak-anak masih trauma, kita ‘ndak’ bagikan dulu,” kata Kepala Sekolah SMPN 1 Kabuh, Jombang, Suprihadiono, Kamis (03/09).

Lebih lanjut, saat disinggung sampai kapan kebijakan tersebut diterapkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak SPPG dan pihak terkait.

“Kita ‘!ndak’ berani memutuskan,” tandas dia.

Suprihadiono menuturkan, setiap hari, SMPN 1 mendapatkan sebanyak 683 porsi MBG. Terdiri dari 639 porsi untuk siswa dan 47 porsi untuk guru dan karyawan.

Dia menjelaskan, sama halnya dengan para sejumlah pelajar, ada empat guru yang juga mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi MBG pada Rabu (2/9/2026), namun tidak sampai dirawat, karena sudah minum obat di rumah.

Namun kata dia, ada pula guru yang mengkonsumsi MBG pada hari itu, namun juga tidak mengalami kejadian apa-apa.

“Seperti saya kemarin juga makan, tapi ‘ndak’ apa-apa,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, kejadian yang dialami para pelajar merupakan kejadian yang luar biasa. Di mana selama ini kata dia, pihaknya sejak Oktober 2025 telah menerima Program MBG. Namun baru kali ini terjadi permasalahan.

“Tidak ada masalah. Ya baru kemarin itu.  Baru kemarin mungkin ada sedikit masalah,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Kodim 0815/Mojokerto Tutup Ke-126 TMMD, Hasilkan Dampak Nyata Kesejahteraan Warga

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 70 pelajar di Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang  diduga mengalami keracunan usai menyantap atau mengkonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (02)09). Dari 70 pelajar tersebut, 7 di antaranya harus menjalani rawat inap di Puskesmas Kabuh.

Dokter Puskesmas Kabuh, Jombang, Dokter Aditya Bimantara menjelaskan, 70 pelajar itu mengalami gejala perut melilit.

“Perutnya melilit, hanya beberapa yang diare. Diarenya rata-rata tiga kali, tidak ada sampai lebih lima kali. Diarenya cair,” terang Dokter Adit, Kamis (3/9/2026).

“Tadi dari 70 siswa, ada tujuh sampai saat ini, terdiri dari enam siswi, dan satu siswa, kita infus, kita kamarkan di Puskesmas, karena memang tidak bisa menahan nyeri perutnya. Melilit terus, dan masih diare tadi pagi,” jelasnya.

Sementara sekitar 63 pelajar lainnya kata dia, sudah dipulangkan karena hanya merasakan mual dan perut melilit.

“Tapi masih bisa ditahan, masih bisa makan minum,” ujar dia.

Dokter Adit melanjutkan, meski 7 pelajar harus menjalani rawat inap, namun demikian, mereka tidak sampai dirujuk ke rumah sakit.

“Kita masih observasi, kondisinya stabil. Baik tensi maupun nadinya stabil. Dan tidak ada yang sampai istilahnya kejang-kejang. Sadar semua pasiennya,” ungkapnya.

Dokter Adit sempat menanyakan kepada para pelajar tentang makanan dari MBG, makanan apa yang rasanya tidak enak, dan kebanyakan jawabannya adalah udang.

Berita Terkait :  Skrining HIV, Dinkes P2KB Tuban Adakan SCNP Diskordan

“Saya rasa ini masih kemungkinan ya, kita masih perlu investigasi lagi untuk makanannya seperti apa,” tuturnya.

Salah seorang pelajar SMPN 1 Kabuh, Jombang yang dirawat, Theofilus menuturkan, dia merasakan mual dan pusing sejak Rabu malam (02/09).

“Karena habis makan MBG. Yang bau itu udangnya. Rasanya biasa saja, tapi baunya agak gimana, kayak amis,” tutur Theofilus.

Theofilus sendiri waktu itu makan lebih dari 5 biji udang.

“Punya teman-teman juga, jadi lebih dari lima,” kata Theofilus.

Sementara pelajar SMPN 1 Kabuh, Jombang lainnya yang juga dirawat, Elena Lukitaningsari menuturkan, dirinya mengalami mual dan pusing sejak Rabu sore (2/9/2026) setelah makan makanan MBG dengan lauk udang.

“Agak asam (rasanya). Ada kotorannya. Cuma makan satu,” tutur Elena.

Sementara itu, Kepala SPPG Mangunan  Kabuh, Cakra Fikri F menjelaskan, pihaknya curiga terhadap udang pada menu MBG yang menjadi penyebab keracunan.

“Datangnya H-1 sebenarnya. Juknisnya datangnya harusnya H-1. Kalau masaknya sudah sesuai SOP. Tidak melebihi batas wajarnya,” ujar dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, menu yang disiapkan waktu itu adalah Udang Saus Padang, ditambab pepaya, sayur tumis dan tahu dengan penerima manfaat sebanyak 2.899.

Namun demikian kata dia, pihak yang melaporkan adanya indikasi keracunan hanya dari pihak SMPN 1 Kabuh, Jombang.

Di SMPN 1 Kabuh, Jombang ujar dia, sebanyak 689 menerima program MBG.

“Ini masih diusut, kenapa kok cuma SMP saja, masih kita usut dari lab (laboratorium), masih dites,” pungkas Cakra Fikri. [rif.kt]

Berita Terkait :  KPU Gresik Tetapkan Paslon Yani-Alif Calon Tunggal dan Dapat Nomor Urut 1

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!