Tuban, Bhirawa
Senyum bahagia tampak dari belasan anak peserta sunatan massal dan pasangan pengantin yang mengikuti nikah massal pada penutupan TMMD ke-126 Tahun 2026 di Kecamatan Semanding, Tuban, Kamis (21/5) kemarin.
Di tengah penutupan program lintas sektor itu, warga tidak hanya mendapat layanan sosial gratis, tetapi juga dukungan administrasi kependudukan baru. Kegiatan yang dipusatkan di wilayah Kecamatan Semanding itu menjadi bagian dari rangkaian penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang digelar Kodim 0811/Tuban.
Sementara itu, Pemkab Tuban melalui Kecamatan Semanding ikut mengambil peran dalam mendukung kelancaran kegiatan sejak pembukaan pada 22 April 2026 hingga penutupan.
Dalam pelaksanaannya, Camat Semanding, drh R Cipta Dwipryata menjelaskan bahwa pihak kecamatan mendukung kegiatan melalui fasilitasi tempat, keterlibatan kepanitiaan, hingga kolaborasi dengan KUA dan Koramil saat nikah massal digelar.
”Teman-teman kecamatan mendukung kegiatan ini. Kami memfasilitasi tempat, kepanitiaan, sampai amanah dari donatur untuk mahar pengantin,” ujar Camat Semanding.
drh Cipta menjelaskan, sebanyak 12 anak mengikuti sunatan massal dan 16 pasangan menjalani nikah massal secara gratis. Pihaknya juga berinisiatif memberikan bingkisan kepada peserta sunatan massal secara sukarela. Beberapa di antaranya turut menyerahkan Alquran sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak peserta.
Tak hanya itu, dengan kolaborasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tuban, pasangan pengantin yang hadir langsung memperoleh pembaruan dokumen kependudukan. Salah satunya adalah, status perkawinan pada KTP, sekaligus difasilitasi aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Di sisi lain, pelaksanaan TMMD juga membawa dampak bagi warga Desa Perunggahan Kulon dan Botok. Program tersebut mencakup pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,5 kilometer, rehabilitasi 15 rumah tidak layak huni (RTLH), serta pembangunan sumur bor untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Sedangkan, Camat Semandin mengatakan, Program TMMD memberi manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses transportasi dan kelayakan hunian warga.
”Tentunya ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, pernikahan massal tanpak meriah lengkap dengan dekorasi dan prosesi adat jawa. Selain itu, peserta yang mengikuti tidak dibebankan biaya sama sekali.
Komandan Kodim 0811 Tuban, Letkol Inf Galih Sakti Pramudyo saat dikonfirmasi menyampaikan, selain nikah massal juga dilakukan khitan massal dan seluruhnya berjalan dengan lancar.
”Untuk nikah massal pengantin sebanyak 16 pasangan dan khitan massal diikuti 12 peserta,” kata Letkol Inf Galih Sakti Pramudyo.
Pengantin paling muda berusia 19 tahun dan paling tua berumur 62 tahun. Selain itu, semua fasilitas diberikan secara gratis dan untuk nikah massal bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tuban.
”Alhamdulilah semua hasil maksimal juga, termasuk kerjasama dengan Dukcapil Tuban, semua saling support,” imbuhnya.
Letkol Inf Galih Sakti Pramudyo juga turut mendoakan para pengantin agar keluarga para pengantin yang baru nikah menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah dan apa yang dijalankan menjadi kebaikan, seperti pesan yang disampaikan oleh Kemenag.
”Alasan kenapa memilih nikah massal dalam kegiatan ini, kami menghindari hal-hal yang bersifat negatif, termasuk saudara kita yang tidak memiliki biaya, ada juga yang tidak mengurus administrasi secara kenegaraan,” terang Dandim 0811 Tuban. [hud.fen]


