28 C
Sidoarjo
Wednesday, September 16, 2026
spot_img

Tiga Bakteri Menu MBG yang Dikonsumsi Santri/Pelajar di Tanggulangin

Sidoarjo, Bhirawa. – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Lahksmi Yuwantina mengatakan, ada tiga jenis bakteri yang ditemukan pada sampel makanan dan muntahan korban MBG dari SPPG Kalitengah. Diantaranya Escherichia coli (E. coli), Staphylococcus aureus, dan Bacillus cereus.

”Hasil ini dari uji sample yang dilakukan laboratorium Balai Besar Labkesmas Surabaya,” jelas dr Lhaksmi, belum lama ini.

Akibat bakteri ini menyebabkan keracunan massal ratusan santri di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Putat, dan sejumlah siswa di sekolah lain di sekitar wilayah Kecamatan Tanggulangin. Data terbaru santri /siswa yang menjadi korban sampai 700 an.

Melalui Satgas MBG Sidoarjo, Pemkab Sidoarjo telah menyerahkan seluruh data teknis hasil laboratorium ini kepada pihak Polresta Sidoarjo. Polisi kini tengah menyandingkan hasil uji klinis dari Pemkab dengan hasil pemeriksaan forensik kepolisian untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian atau bahkan kesengajaan. Tetapi Hingga kini, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, karena proses penyelidikan masih terus berjalan.

Tetapi sanksi tegas dan penghentian operasional skorsing dari Badan Gizi Nasional (BGN) telah dilakukan dengan membekukan sementara (suspend) operasional dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, yang menjadi pemasok menu MBG itu. BGN juga telah menonaktifkan Kepala SPPG wilayah ini sebagai bentuk pertanggungjawaban atas terjadinya insiden kelalaian SOP itu.

Berita Terkait :  Lewat School Matching STEM hingga Student Exchange, Jatim Siapkan SDM Berstandar Global

Di lokasi dapur SPPG Kalitengah, Tanggulangin, nampak, tidak ada aktivitas dari para karyawan SPPG. Di halaman depan SPPG yang berada di pinggir jalan raya Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin itu, nampak sepi-sepi saja.

Menurut warga sekitarnya, sebelum kejadian keracunan massal menu MBG itu, aktivitas di SPPG itu sibuk sekali. Mobil SPPG lalu lalang mendistribusikan menu MBG. Karena dari data, SPPG Kalitengah setiap hari harus mendistribusikan 2.800 menu MBG ke sejumlah pesantren dan sekolah yang ada di wilayah kecamatan Tanggulangin.

Kondisi korban dan pembiayaan medis para korban terdampak gangguan pencernaan ini, total dilaporkan mencapai 748 anak dari pesantren dan 19 sekolah di sekitarnya. Jumlah ini termasuk tambah banyak, karena data sebelumnya ada sebanyak 566 orang.

Terkait biaya perawatan, Pemprov Jawa Timur dan Pemkab Sidoarjo berkoordinasi untuk menjamin penanganan medis korban tetap ter-cover sepenuhnya sembari menanti pertanggungjawaban regulasi dari BGN Pusat. Perkembangan saat ini, kondisi mayoritas pria santri dan pelajar telah membaik dan sebagian besar sudah diperbolehkan pulang dari RS. [kus.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!