28.9 C
Sidoarjo
Thursday, June 18, 2026
spot_img

Tekan Pencemaran Kali Surabaya, Tim Patroli Air Jatim Gandeng Pelaku Usaha dan Industri

Pemprov Jatim, Bhirawa
Tim Patroli Air Provinsi Jawa Timur meluncurkan terobosan baru bernama kegiatan “Rembuk Lingkungan” untuk melestarikan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Surabaya. Melalui program ini, petugas aktif merangkul para pelaku usaha dan industri di sepanjang bantaran sungai agar bersama-sama menjaga kualitas air.

Koordinator Tim Patroli Air Jawa Timur, Imam Rochani, menilai kolaborasi dengan sektor industri ini sebagai gagasan baru yang progresif. Pihaknya kini mulai membuka diri dengan sektor industri untuk menumbuhkan kepedulian dan rasa memiliki yang sama terhadap kelestarian sungai, dari jajaran manajemen hingga karyawan perusahaan.

Aksi nyata program ini mencakup penanaman pohon massal di bantaran sungai, ekspedisi menyusuri sungai bersama pelaku usaha, serta mendorong pendanaan mandiri dari perusahaan untuk pemulihan lingkungan. Imam menegaskan petugas kini memosisikan diri sebagai mitra dialog yang arif dan humanis, bukan lagi menjadi momok menakutkan bagi industri.

Langkah persuasif tersebut sangat krusial mengingat Kali Surabaya memegang peran vital sebagai sumber air baku masyarakat. Melalui sinergi kuat antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri, Tim Patroli Air Jatim optimistis dapat menekan angka pencemaran secara maksimal sekaligus menaikkan peringkat ketaatan lingkungan perusahaan.

Sementara itu, Perum Jasa Tirta (PJT) I fokus menjaga kuantitas dan ketersediaan air guna menghadapi potensi kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino. Kepala Sub Divisi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Brantas III PJT I, Ariet Setiawan, memastikan pasokan air dari sektor hulu masih aman dan mencukupi hingga akhir tahun.

Berita Terkait :  Mendadak, Wakil Ketua KONI Sampang diberhentikan

Sebagai langkah mitigasi, PJT I mengacu pada penanganan kemarau ekstrem tahun 2018 dengan memprioritaskan alokasi air untuk PDAM dan irigasi pertanian jika terjadi kondisi darurat. Selain kuantitas, petugas PJT I juga memantau kualitas air secara serius dengan mengambil sampel air berkala untuk pengujian laboratorium.

Melalui forum diskusi ini, Ariet menuntut komitmen kuat industri untuk mematuhi regulasi pembuangan limbah sesuai baku mutu. PJT I bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas juga menyiapkan sistem respons cepat untuk melakukan sampling dan evaluasi bersama jika menemukan indikasi pencemaran di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, BBWS Brantas menegaskan pentingnya kepatuhan izin pemanfaatan air permukaan oleh sektor industri, terutama saat musim kemarau. Ketua Pelaksanaan Urusan Perizinan Pemanfaatan dan Rekomendasi Teknis BBWS Brantas, Dimas, menjelaskan bahwa petugas hanya bisa mengontrol volume pengambilan air pada perusahaan yang legal dan taat hukum.

BBWS Brantas akan mengintegrasikan data perizinan ke dalam Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) untuk memprediksi ketersediaan air dan membatasi kuota industri jika terjadi kekeringan. Di akhir penjelasannya, Dimas menjamin pasokan air domestik warga dan mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menerapkan budaya hemat air.[rac.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!