Surabaya, Bhirawa
Surabaya adalah yang sudah dikenal menjadi kota metropolitan dan juga ibu kotanya provinsi jawa timur. Surabaya memiliki tempat yang bisa dikunjungi saat melakukan liburan atau berwisata, yakni kota lama Surabaya. Kota lama Surabaya menjadi objek wisata yang patut dikunjungi. Pemerintah melakukan upaya perbaikan tidak melalui fisik dari bangunan tata letak nya saja, namun mengemas cerita masa lalu lewat kota lama ini
Bangunan tua tidak hanya dicat atau dipoles supaya keren. Pemerintah juga menambahkan cerita sejarah yang menarik. Orang-orang jadi tahu bahwa, kawasan yang tadinya terlihat “kuno” sekarang jadi tempat “nostalgia dan berkelas”. Ini upaya strategi Surabaya bisa memiliki citra baru. Para wisatawan tidak hanya melihat bangunan tua saja melainkan bisa mendapatkan suasana bagaimana kehidupan masa-masa kolonialisme Belanda masih hidup
Sebagai warga Surabaya, saya senang melihat Kota lama Surabaya menjadi salah satu opsi untuk berlibur atau sekedar refreshing sejenak karena keindahan dan nuansanya yang tenang. Akses menuju lokasi juga sekarang mudah karena ditunjang oleh tranportasi yang disediakan oleh Pemkot Surabaya. Kawasan ini juga dekat dengan pusat perbelanjaan pecinan yang masih hidup sampai sekarang, manambah kesan nostalgia yang kuat.
Konsep Sapta Pesona yang diajarkan Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A., diterapkan di kota lama Surabaya ini. Dan bisa menjadikan sebuah peluang industri pariwisata di kota Surabaya.
Disini, peran visual mulai bermain. Adanya sebuah tanda, petunjuk, lampu , dan jalur pejalan kaki menjadi daya tarik untuk para wisatawan bisa berjalan-jalan tampa terganggu oleh kendaraan yang lalu-lalang melintas dan nyaman untuk dinikmati. Setiap sudut tempat dirancang untuk “bicara” kepada pengunjung dan berinteraksi dengan wisatawan membuat konten saat berjalan-jalan di sudut ruang kota lama.
Di zaman media sosial, pariwisata butuh social proof atau bukti nyata secara digital. Maka, Kota Lama dibuat “Instagrammable”. Wisatawan bisa memotret dan membagikan foto atau video. Mereka menjadi agen promosi dan membantu memperkenalkan Surabaya. Wisatawan bukan hanya konsumen, tetapi juga ikut mempromosikan kota.
Tantangan berikutnya adalah menjaga agar narasi dan cerita Kota Lama tetap menarik. Pengelola harus membuat narasi sejarah dan edukasi untuk tetap mempopulerkan destinasi ini kepada pengunjung.
Pelaku usaha lokal di sekitar Kota Lama juga berperan. Keramahan warga, informasi harga yang jelas, dan akses mudah membuat wisatawan ingin kembali lagi. Bentuk komunikasi ini sangat penting agar Kota Lama Surabaya tetap jadi tempat wisata favorit.
Selanjutnya, komunikasi layanan dari pelaku bisnis di sekitar Kota Lama juga jadi titik yang sangat penting. Keramahan warga, info tarif yang jelas, dan kemudahan akses adalah komunikasi antar manusia yang menentukan loyalitas wisatawan bakal balik lagi atau tidak.
Kesimpulannya, Menghidupkan Kota Lama Surabaya sebenarnya adalah bukti nyata bahwa pariwisata zaman sekarang tidak selalu tentang destinasi masa depan saja, bahkan tempat kuno pun bisa menjadi bagian dari industri pariwisata.
Keberhasilan sebuah tempat wisata tidak sebatas dari bangunan, tapi dari seberapa hebat narasi yang dibuat, seberapa kuat citra yang ditempel, dan seberapa banyak interaksi yang terjadi antara tempat dan tamunya. Buat Surabaya, PR-nya ke depan yaitu harus rajin memperbesar narasi itu supaya destinasi ini tidak kehilangan jiwanya di tengah ramai tren media sosial. [why]


