Tulungagung, Bhirawa. – Beras premium di Tulungagung mulai langka. Bahkan di salah satu toko swalayan terbesar di Kota Marmer itu stoknya sudah kosong. Kalau pun ada swalayan yang masih menawarkan beras premium, pembeliannya sudah dibatasi. Pembeli hanya diperbolehkan membeli satu kemasan 5 kilogram dalam sehari. Bagian Umum Afa Ada Grosera Tulungagung, Titik Retnowati, Rabu (9/9), mengakui stok beras premium di tokonya sudah habis. “Habis mulai kemarin,” ujarnya.
Ia menyebut beras premium di toko swalayannya dijual dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET). Yakni, Rp 74.500 kemasan 5 kilogram atau Rp 14.900 per kilogramnya. “Kami tidak berani menjual di atas harga HET. Nanti kalau jual di atas HET ada sanksi,” tuturnya.
Titik belum bisa memastikan sampai kapan ketersediaan kembali beras premium. “Ini semua tergantung kiriman dari produsen,” terangnya.
Perempuan ramah ini juga tidak memungkiri jika dalam dua minggu terakhir membatasi pembeli saat membeli beras premium tertentu. Apalagi sudah ada pembatasan tersebut dari produsennya. “Jadi untuk beras premium (tertentu) pembeliannya hanya boleh satu kemasan 5 kilogram saja. Tidak boleh lebih,” paparnya.
Bahkan untuk pengiriman beras tersebut dari produsen, lanjut dia, juga mengalami penurunan. Dari yang biasanya sekitar 100 sak, terus turun hanya menjadi 50 zak sampai 25 sak. Satu sak berisi lima kemasan beras premium 5 kilogram. “Dan sekarang belum menerima kiriman lagi,” tambahnya.
Sebelumnya, Sriani, seorang pembeli di Afa Ada Grosera Tulungagung mengaku kecewa karena beras premium yang biasa dibelinya sudah habis. Ia mengaku sebelumnya selalu membeli di toko swalayan tersebut. “Gak tahu lagi harus beli dimana. Biasanya saya beli enam sampai tujuh kemasan 5 kilogram beras premium di toko ini,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Sony Welly Ahmadi, menandaskan akan melakukan pengecekan terkait informasi kelangkaan beras premium di Tulungagung. “Kami akan melakukan pengecekan bersama Satgas Pangan Tulungagung,” katanya.
Ia mengakui jika sudah terjadi kenaikan harga beras premium yang melebihi HET. Kenaikannya mencapai Rp 600 per kilogram. “Kenaikankannya belum tinggi. Tetapi, kalau sudah terjadi kelangkaan masih belum. Adanya informasi kelangkaan beras premium saat ini akan kami tindaklanjuti,” tandasnya.[wed.ca]


