29.7 C
Sidoarjo
Sunday, May 10, 2026
spot_img

Spemma Surabaya Mewisuda Sebanyak 247 Siswa Khotmul Quran dan Imtihan


Surabaya, Bhirawa
Sebanyak 247 siswa SMP Muhammadiyah 5 Pucang (Spemma) Surabaya mengikuti Ujian Khotmul Quran dan Imtihan ke-4 Tahun Ajaran 2025-2026. Kegiatan ini diikuti siswa kelas VII hingga IX, baik program tahfidz maupun reguler, sekaligus prosesi wisuda digelar di Lantai 6 Smamda Tower SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Sabtu (9/5).

Ujian Khotmul Quran dan Imtihan ini meliputi Tartil, Turjuman, KBQ (Kaidah Bahasa Alquran) dan Tahfidz mulai Juz 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 26, 27, 28, 29 dan 30 dengan menggunakan Metode Ummi. Menariknya, para penguji juga memberikan orang tua wali murid untuk memberikan ujian pertanyaan surat apa dari Kitab Suci Alquran yang harus dibaca dan diterjemahkan.

Menurut Kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, Ustadz Misbach Noehruddin SSi MM, khotmul quran dan imtihan bertajuk ‘Growing with The Quran, Becoming Better’ ini para siswa tidak hanya bisa menghafal Alquran, namun juga bisa menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari, dan nilai-nilai luhur dari Alquran bisa disebarkan di lingkungan masyarakat sekitarnya.

“Jadi sesuai dengan tema kali ini Growing with The Quran, harapannya anak-anak dalam kesehariannya itu bersama dengan Alquran dan tumbuh dengan Alquran. Ini bukan tumbuh secara fisik, tetapi mereka bisa tumbuh secara emosional secara intelektual dan spiritual. Dengan Alquran tadi mereka nanti diharapkan menjadi pribadi-pribadi yang cerdas di intelektual, emosional dan spiritual, kemudian menjadi anak-anak generasi qurani yang memiliki akhlak yang mulia akhlakul karimah,” jelasnya

Berita Terkait :  Festival Sapi Sonok, Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Lokal Madura

Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) dan Pendidikan Non Formal (PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, Ustadz Dikky Syadqomullah MHES menambahkan, pihaknya mengapresiasi capaian siswa yang mampu menyelesaikan khotmul quran dan imtihan ini. Agar hafalan Alquran kedepan berencana mendirikan Tahfidz Camp.

“Kami berkeinginan anak-anak yang sudah hafidz Quran ini ada kumpulan khusus, anak-anak yang sudah baik ini harus diwadahi terus. Mungkin kita nanti mendirikan PNF atau pendidikan non formal, dan akan kita kumpulkan, tadi kami sampaikan ada Tahfidz Camp,” ujarnya.

Ustadz Dikky juga meminta ada apresiasi khusus kepada para siswa berupa beasiswa di jenjang yang lebih tinggi. Sebab mereka ini termasuk anak-anak prestasi. Kita dulu ndak mungkin bisa seperti ini, tapi anak-anak ini luar biasa hebat, ada yang sampai sekitar 7 juz, 8 juz, dan itu menjadikan kebaikan bagi mereka,” katanya.

Ke depan Ustadz Dikky berharap, siswa di sekolah Muhammadiyah bisa lancar membaca dan menghafal Alquran hingga 30 juz. Menurutnya, pada jenjang SD siswa diharapkan minimal bisa menghafal 6 juz dalam enam tahun yakni setiap tahun bisa hafal 1 juz. Kemudian, di jenjang SMP selama tiga tahun bisa selesai minimal 3 juz, dan SMA dalam tiga tahun bisa menyelesaikan minimal 3 juz. Sehingga, setelah lulus dari SD, SMP, dan SMA bisa menghafal hingga 15 juz.

Berita Terkait :  Umsida Kirim 90 Mahasiswa KKN, Bantu Kurangi Kasus Stunting di Jawa Timur

“Kalau kita satukan 12 juz ini sangat mungkin karena anak-anak ini yang sudah bersikap begitu Insyaallah nggak baik di halamannya ke depan bisa linier, bisa bareng, mulai dari SD, SMP, SMA berjalan terus. Sehingga, anak-anak ini betul-betul minimal keluar dari SD, SMP, SMA Muhammadiyah itu 15 juz,” tandasnya. [fen.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!