Bowo Wicaksono – Meski target di tahun 2026 meningkat, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tulungagung di akhir semester satu sudah mencatat penerimaan dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp 65 miliar.
Plt Kabid Pembukuan dan Penagihan Pajak Daerah Bapenda Kabupaten Tulungagung, Bowo Wicaksono, Minggu (2/8), mengungkapkan di akhir semester pertama tahun 2026, realisasi opsen PKB telah mencapai sekitar Rp 48 miliar atau 45,51 persen dari target Rp107 miliar.
Sedang opsen BBNKB sudah sejumlah Rp 17 miliar atau 57,40 persen dari target Rp29 miliar
“Setiap tiga bulan kami melakukan evaluasi. Dari evaluasi itu kami membahas capaian sekaligus menyusun strategi untuk mengoptimalkan potensi penerimaan opsen PKB maupun BBNKB,” ujarnya.
Ia optimis Bapenda Tulungagung akan memenuhi target penerimaan dari sektor open PKB dan BBNKB tersebut. Meski pada tahun 2026 ini target mengalami kenaikan sampai Rp 136 miliar.
“Tahun lalu, target opsen PKB dan BBNKB sebesar Rp 118 miliar dan tahun 2026 sebesar 136 miliar. Naik sekitar 8 persen dibanding tahun lalu,” bebernya.
Bowo Wicaksono menyatakan sejumlah upaya telah dilakukan oleh Bapenda Kabupaten Tulungagung untuk mencapai taget yang telah ditetapkan pada tahun 2026. Yakni, terus bekerjasama dengan Samsat Tulungagung.
“Kami melakukan sosialisasi di sejumlah kecamatan yang melibatkan masyarakat, kepala desa hingga lurah agar semakin banyak warga yang sadar pentingnya membayar pajak kendaraan tepat waktu. Termasuk dengan operasi gabungan,” ucapnya.
Selain itu, Bapenda Kabupaten Tulungagung juga menjalankan program jemput bola. Mereka mendatangi langsung wilayah-wilayah yang sulit dijangkau, seperti di kawasan pesisir dan kecamatan pelosok.
“Kami pun saat ini tengah menyiapkan langkah baru dengan menjajaki penyusunan surat edaran yang ditujukan kepada warga Tulungagung yang masih menggunakan kendaraan berpelat luar daerah. Ini agar mereka segera melakukan proses balik nama kendaraan, sehingga opsen pajak yang dibayarkan akan masuk sebagai pendapatan daerah Tulungagung dan manfaatnya tentu akan kembali lagi untuk pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat Tulungagung,” paparnya. [wed.gat]


