29 C
Sidoarjo
Monday, October 5, 2026
spot_img

Jelang TKA, SMKN 8 Surabaya Matangkan Persiapan Siswa hingga Strategi SNBP


Surabaya, Bhirawa – Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK sederajat pada 26 Oktober hingga 8 November 2026, berbagai satuan pendidikan mulai mematangkan persiapan. Salah satunya SMKN 8 Surabaya yang menyiapkan strategi akademik, sarana digital hingga pendampingan psikologis bagi peserta didik.

Kepala SMKN 8 Surabaya, Dra. Widyana Kusuma Wardhani, M.T., mengatakan sekolah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan siswa siap menghadapi TKA. Persiapan dilakukan melalui pemanfaatan konten resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, penguatan sarana digital, tryout berkala, hingga pendampingan tim Bimbingan dan Konseling (BK).

“SMKN 8 Surabaya sangat siap menyelenggarakan TKA. Kesiapan kami dibangun melalui pemanfaatan platform dan konten resmi, kesiapan sarana dan infrastruktur digital, serta pembiasaan teknis dan pengondisian mental siswa,” ujar Widyana.

Dari sisi akademik, sekolah memfokuskan penguatan pada mata pelajaran umum yang menjadi bagian TKA, yakni Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, Matematika/Numerasi, dan Penalaran Umum. Penguatan dilakukan untuk membangun kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, serta kemampuan analitis siswa.

Selain mata pelajaran umum, SMKN 8 Surabaya juga memberikan pendalaman terhadap mata pelajaran pilihan sesuai minat peserta didik. Strategi dilakukan melalui kelas pendalaman, latihan soal terstruktur, dan bimbingan kelompok kecil.

Sementara kompetensi keahlian kejuruan tetap diperkuat untuk menjaga karakter vokasi peserta didik. SMKN 8 Surabaya memiliki konsentrasi keahlian antara lain Perhotelan, Kuliner, Kecantikan dan Spa, Desain Komunikasi Visual (DKV), serta Desain Produksi Busana.

Berita Terkait :  Cahaya Baru Pendidikan Islam, Pemkot Probolinggo Sambut Kehadiran Stairo

Untuk membiasakan siswa menghadapi tes, sekolah juga menggelar tryout berbasis daring secara berkala. Kegiatan tersebut tidak hanya untuk melatih penguasaan materi, tetapi juga membiasakan siswa mengatur waktu dan menggunakan antarmuka tes. Pendampingan psikologis diberikan melalui tim BK.

Saat ini, SMKN 8 Surabaya memiliki sekitar 1.521 peserta didik kelas X hingga XII. Dari jumlah tersebut, siswa kelas XII menjadi fokus utama dalam persiapan TKA, terutama mereka yang berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Widyana mengatakan sekolah juga memberikan perhatian khusus terhadap strategi masuk perguruan tinggi negeri (PTN), mengingat hasil TKA menjadi salah satu komponen dalam seleksi nasional berbasis prestasi (SNBP).

“Pendalaman materi TKA dilakukan secara intensif bagi siswa kelas XII, terutama untuk memantapkan penguasaan konsep, analisis soal, dan kesiapan akademik bagi siswa yang memprioritaskan kelanjutan studi ke PTN maupun politeknik negeri,” jelasnya.

Tim BK bersama wali kelas juga melakukan pemetaan potensi siswa melalui analisis nilai rapor semester 1 hingga 5. Pemetaan tersebut digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan strategi pemilihan program studi.

Selain itu, sekolah memberikan pendampingan penyusunan portofolio bagi siswa yang memilih program studi seni, desain, dan bidang kejuruan yang membutuhkan portofolio sebagai bagian dari proses seleksi.

Upaya tersebut sejalan dengan capaian lulusan SMKN 8 Surabaya dalam melanjutkan pendidikan ke PTN dan politeknik negeri. Pada 2024, sebanyak 50 lulusan diterima melalui jalur SNBP dan SNBT, terdiri dari delapan siswa melalui SNBP dan 42 siswa melalui SNBT.

Berita Terkait :  Polisi Ajak Bermain dan Belajar Anak-Anak TK Bhayangkari 64

Jumlah tersebut meningkat pada 2025 menjadi 58 siswa. Sebanyak 25 siswa diterima melalui SNBP dan 33 siswa melalui SNBT. Di sisi lain, sebagai sekolah vokasi, SMKN 8 Surabaya juga terus mengarahkan lulusan pada pola Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha (BMW). Berdasarkan tracer study sekolah, sekitar 55-60 persen lulusan terserap di dunia usaha dan dunia industri, 20-25 persen melanjutkan ke perguruan tinggi, dan 10-15 persen memilih berwirausaha.

Lulusan yang belum terserap juga mendapatkan pendampingan melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) untuk memperoleh peluang kerja secara berkelanjutan. Widyana menegaskan sekolah berkomitmen menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki daya saing untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Komitmen kami mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dan siap kerja di dunia industri, tetapi juga tangguh dan berdaya saing tinggi di ranah akademik perguruan tinggi,” pungkasnya. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!