29 C
Sidoarjo
Monday, October 5, 2026
spot_img

Peringatan HUT ke-81 TNI, TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur


Surabaya, Bhirawa – Puncak peringatan Hari Ulamg Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Jawa Timur digelar di Makodam V Brawijaya, Surabaya, Senin (5/10) . Dalam peringatan ini, TNI menegaskan komitmennya sesuai tema yang diusung “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Upacara tersebut, dipimpin Pangkoarmada II, Laksamana Muda TNI IGP Alit Jaya, sebagai Inspektur Upacara. Perayaan digelar sederhana dan penuh khidmat disesuaikan dengan kondisi dan situasi nasional yang tengah dihadapi. Hadir pula Wakil Gubernur Jawa Timur Emil L Listiyanto Dardak dan Forkopimda Jawa Timur.

Menindaklanjuti arahan Panglima TNI, Alit Jaya menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh prajurit TNI setiap saat dengan memegang teguh lima pilar utama, yakni profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif. Prinsip tersebut terbukti dari keterlibatan aktif prajurit TNI dalam berbagai operasi dan penanganan bencana.

“Ini dibuktikan karena memang saat ini TNI sedang menghadapi situasi negara ataupun melaksanakan tugas kemanusiaan, melaksanakan bantuan dalam menangani karhutla, kemudian ada juga yang melaksanakan operasi di perbatasan-perbatasan ada di Papua, kemudian di Ambalat, dan juga ada yang melaksanakan operasi kemanusiaan besar yaitu musibah kapal tenggelam KM Virgo,” kata Alit Jaya.

Selain kesiapsiagaan personel, jenderal bintang dua itu menyoroti proses modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) yang tengah berjalan di tubuh TNI. Ia menekankan bahwa masuknya alutsista modern harus diimbangi dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) prajurit.

Berita Terkait :  Puncak HUT RI ke-81 Rutan Kelas IIB  Situbondo Komitmen Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

“Sehingga kita TNI harus siap SDM-nya untuk meningkatkan kompetensi agar bisa mengawaki semua peralatan tersebut,” ujarnya menjelaskan.

Lebih lanjut, ia berharap sinergitas antar matra serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjalin erat dalam mengatasi berbagai tantangan dan bencana di masa mendatang. “Ke depan harapan kita bersama, kita bisa sinergi menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada termasuk karhutla dan juga bencana-bencana yang ada baik gempa maupun bencana transportasi tadi,” katanya mengakhiri.

Sementara dalam pernyataannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi dedikasi dan pengabdian seluruh prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta hadir membantu masyarakat dalam berbagai situasi.

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Khofifah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI, Senin (5/10), yang mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”.

“Selamat HUT ke-81 TNI. Terima kasih atas dedikasi seluruh prajurit dalam menjaga kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan NKRI, dan mengabdi kepada rakyat. Semoga kebersamaan TNI dan rakyat semakin kuat untuk menjaga Indonesia serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera,” ujarnya, Senin (5/10).

Khofifah menilai, tema HUT ke-81 TNI kali ini menjadi penegasan kekuatan pertahanan negara tidak dapat dilepaskan dari kepercayaan dan dukungan masyarakat. Kedekatan tersebut perlu terus dirawat melalui pengabdian yang profesional, kedisiplinan, kesiapsiagaan, serta kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Berita Terkait :  Jelang Paskah, Polres Situbondo Beri Rasa Aman Patroli Dialogis dan Bersihkan Gereja

Ia pun memberikan penghargaan kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara yang menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Pengorbanan dan kesiapsiagaan prajurit, kata Khofifah, menjadi bagian penting dalam menjaga ketangguhan pertahanan sekaligus menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

“TNI kuat bersama rakyat adalah semangat untuk terus menjaga kedekatan dan kepercayaan. Ketika prajurit hadir, peduli, dan bekerja bersama masyarakat, di situlah kemanunggalan semakin kokoh dan semangat gotong royong terus tumbuh,” ungkapnya.

Khofifah menambahkan, semangat tersebut juga dapat diterjemahkan melalui kolaborasi TNI dan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Di Jawa Timur, salah satu wujud nyata kerja bersama itu terlihat melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).

Melalui dukungan APBD Provinsi Jawa Timur dan kolaborasi dengan TNI sepanjang 2019 hingga 2025, sebanyak 38.075 unit rumah telah ditangani. Rinciannya, 35.401 unit melalui kerja sama dengan Kodam V/Brawijaya dan 2.674 unit melalui kerja sama dengan Kodaeral V.

Selain perbaikan rumah, kolaborasi dengan Kodam V/Brawijaya pada periode yang sama juga mencakup pembangunan 2.062 jamban keluarga. Program tersebut menyasar kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan tempat tinggal yang lebih layak dan sehat.

Khofifah menilai keterlibatan TNI dalam program tersebut menunjukkan bahwa semangat pengabdian kepada rakyat dapat hadir dalam berbagai bentuk. Prajurit tidak hanya menjalankan tugas pertahanan, tetapi juga ikut bergotong royong bersama pemerintah dan masyarakat ketika terdapat kebutuhan sosial yang membutuhkan kerja bersama.

Berita Terkait :  Dugaan Pemotongan Bantuan Orang Miskin, Polres Sampang Panggil Dinsos dan Pendamping

“Di Jawa Timur, kita merasakan manfaat kerja bersama dengan TNI. Para prajurit turut membantu masyarakat memiliki rumah yang lebih layak dan lingkungan yang lebih baik. Pengabdian seperti ini sangat berarti bagi keluarga penerima manfaat dan semakin mempererat hubungan TNI dengan rakyat,” katanya. [ina.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!