29.4 C
Sidoarjo
Saturday, October 17, 2026
spot_img

Sempat Kontak Ibu, Sefriel Korban Karhutla Bromo Tak Bisa Dihubungi Dua Jam Kemudian

Ayah Sefriel Ardiyansyah menceritakan komunikasi terakhir dengan putranya sebelum menjadi korban meninggal dunia dalam karhutla Bromo, di Kota Probolinggo, Sabtu (17/10). Ayu Firdausiyah Ahmad./bhirawa.

Kota Probolinggo, Bhirawa. – Sefriel Ardiyansyah, 19, salah satu korban meninggal dunia dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, sempat berkomunikasi dengan ibunya pada Kamis (15/10). Namun, sekitar dua jam setelah komunikasi tersebut, pemuda yang bekerja sebagai teknisi di Artotel itu sudah tidak bisa dihubungi.

Ayah korban, Lutfi, menuturkan bahwa komunikasi dengan Sefriel masih berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah itu, keluarga kehilangan kontak dengan anak keduanya tersebut.

“Jam 11.00 tadi memang masih kontak-kontak sama ibunya. Nah, tahu-tahu jam 02.00 kita dapat list bahwa Syafril itu masuk dari ketiga list itu, korban,” ujar Lutfi dalam rekaman wawancara.

Berdasarkan penuturan tersebut, keluarga kemudian memperoleh informasi bahwa Sefriel termasuk dalam daftar korban dalam kebakaran di kawasan Bromo. Namun, keluarga belum mengetahui secara pasti bagaimana putranya berada di lokasi kejadian hingga akhirnya menjadi korban.

Lutfi mengatakan, sebelum kejadian, Sefriel sempat menyampaikan bahwa dirinya hanya memantau kondisi kebakaran. Saat itu, kondisi di lokasi disebut masih berupa asap, belum terlihat kobaran api.

Keluarga juga mengaku belum memperoleh informasi terperinci mengenai keterlibatan Sefriel dalam upaya pemadaman. Lutfi menyebut pihaknya masih belum mengetahui secara pasti alasan putranya berada di lokasi kebakaran.

Berita Terkait :  Hari Antikorupsi se-Dunia 2025, Kejati Jatim Sita Rp47,2 Miliar dari Perkara Dugaan Korupsi PT DABN

Sefriel diketahui bekerja sebagai teknisi atau bagian engineering di Artotel. Pemuda berusia 19 tahun tersebut merupakan anak kedua dari dua bersaudara.

Peristiwa yang menewaskan Sefriel terjadi di Blok Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Kamis (15/10). Ia meninggal dunia bersama tiga korban lainnya yang dilaporkan terjebak api saat upaya pemadaman karhutla berlangsung.

Kejadian tersebut menyisakan sejumlah pertanyaan bagi keluarga, terutama mengenai bagaimana Sefriel berada di lokasi kebakaran dan situasi yang dihadapinya sebelum dinyatakan menjadi korban.

Hingga kunjungan takziah pada Sabtu (17/10), keluarga masih berada dalam suasana berduka. Kapolresta Probolinggo Kota AKBP Lucky Pramana Putra menyebut pihak keluarga belum membicarakan kemungkinan langkah hukum untuk mengusut peristiwa tersebut.

Informasi lebih lanjut mengenai kronologi keterlibatan Sefriel di lokasi kebakaran masih diperlukan untuk menjelaskan secara utuh rangkaian kejadian yang berujung pada meninggalnya empat orang dalam karhutla Bromo. [fir.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!