28.1 C
Sidoarjo
Thursday, October 15, 2026
spot_img

Surat Terbuka Karhutla

Karhutla sesungguhnya bukan gejala alam. Karena mustahil gesekan ranting dan pohon bisa memicu percikan api. Sehingga kuat dugaan Karhutla dilakukan sindikat pembalakan liar. Biasanya, pohon di hutan telah ditebang pada musim hujan. Batang pohon besar telah diangkut melalui sungai yang meluap di pedalaman hutan.Sedangkan sisa-sisa yang berupa kayu cabang, ranting, dan daun, dibakar pada musim kemarau. Menjadikan api cepat merambat luas.

Bahkan Karhutla di Bangka Selatan, Bangka Belitung, sampai menyambar rumah warga di perkampungan dusun Serdang, Simpang Rimba. Lebih dari 300 rumah warga tinggal puing menjadi arang. Banyak satwa tewas akibat kehilangan oksigen, menghirup asap, di seantero Kalimantan. Termasuk satwa endemik, 12 bekantan ditemukan hangus di habitatnya di Hulu Sungai Selatan. Juga seekor orangutan, sudah dikenal (bernama Sempurna) mati lemas di Ketapang, Kalimantan Barat.

Sampai nampak iring-iringan bekantan di pulau Kaget, pulau Kembang, dan Curiak, berjalan di sepanjang sungai Barito, dan sungai Tapin. Bahkan menyeberang, sampai mengungsi ke atas rumah warga. Serta satwa liar di hutan menjadi korban. Antara lain ditemukan reptil (puluhan akor ular berbagai jenis), amfibi, dan kura-kura. Terdapat pula beruang madu, yang terjebak di area Karhutla.

Secara nasional, Karhutla selama Januari – September 2026, diperkirakan hampir 1,5 juta hektar. Seantero Kalimantan darurat asap. Juga sampai ke negeri tetangga. Asap juga menyebabkan penundaan dan pembatalan penerbangan sebanyak 1.800 lebih. Sudah terbang dari berbagai bandara di Jawa, tetapi kembali lagi, karena landasan di bandara tujuan tertutup asap. Sebagian penerbangan dialihkan (divert)ke bandara terdekat, sambil menunggu cuaca lebih baik. Kerugian materiil sudah angat banyak.

Berita Terkait :  Refleksi Hari Anak Nasional 2025, Mengawal Anak Menjadi Hebat

Namun terasa upaya pemadaman bagai sia-sia. Karena titik api bertambah banyak. Bagai padam satu, membara seribu. Bertambahnya titik kobaran api, sampai Tim pemadam Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, kewalahan, sampai menulis surat terbuka. Menjadi tanggungjawab bersama, antara daerah, pemerintah pusat, dan dunia. Video surat terbuka viral di media sosial (medsos) sampai diputar 4,3 juta kali. Berisi pesan keterbatasan sumberdaya.

Sindikat penebangan pohon (illegal loging, pembalakan liar) memperoleh keuntungan berganda-ganda. Konon, harga “lahan bersih” bekas hutan, saat ini senilai Rp 200 juta per-hektar. Masih ditambah hasil sampingan berupa kayu endemik yang tak kalah mahalnya.Diperlukan penegakan hukum lebih kukuh. Termasuk mensejajarkan pembakaran hutan sebagai extra-ordinary crime, setara dengan terorisme. Biasanya, korporasi mendekati kelompok masyarakat adat untuk membuka lahan baru. Menyebabkan pencegahan Karhutla tidak mudah, karena berkait upah kerja cukup besar.

Sehingga Karhulta di Taman Nasional TanjungPutting,meluas, meliputi areal mencapai 515 hektar. PresidenPrabowoSubiantomemerintahkanprioritaspemadaman di TanjungPuting. Karenabukansembaranglingkunganekosistemesensial. Melainkancagarbiosfertahappertama (sejaktahun 1977) yang dimiliki Indonesia.Istimenya, Tanjung Puting, bukan lahan gambut, melainkan lahan mineral.

Kinimenjadidestinasiekowisatadanpusatkonservasi orang utanterbesar di dunia. Di dalamnyaterdapatribuanpopulasi orangutan, bekantan (Nasalislarvatus), danowa.Serta ratusanspesiesburung. Tetapi hutan dan lahan yang terbakar tidak akan di-sia-sia-kan oleh pemerintah. Hutan yang telah rusak (menjadi semak) akan ditanami kelapa sawit, jarak pagar, kemiri, dan berbagai tanaman bahan baku biodiesel.

Berita Terkait :  Kecamatan Banyuputih  ​Salurkan Bantuan Pangan Beras Tembus 7.382 KPM

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan lahan bekas Karhutla untuk mendukung tekad swasembada energi. Kecuali seluruh taman nasional wajib dilestarikan sesuai fungsi asal. perlu menunggu rekomendasi ahli lingkungan.

——— 000 ——–

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!