27.8 C
Sidoarjo
Wednesday, June 3, 2026
spot_img

Sejarah Kelahiran Bung Karno di Ploso Dibedah di Kantor PDI-P Jombang

Jombang, Bhirawa

Sejarah kelahiran Sang Proklamator, Ir. Soekarno atau Bung Karno di Ploso, Jombang dibedah pada sebuah acara sarasehan memperingati Bulan Bung Karno di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Jombang, Senin malam (01/06).

Sejumlah narasumber berbicara pada acara tersebut. Seperti Inisiator Titik Nol Soekarno, Binhad Nurrohmat, penelusur sejarah, Moch. Faisol, Anggota TACB Kabupaten Jombang, Arif Yulianto atau Cak Arif, dan sejarawan yang juga Dosen Unesa Surabaya, Rojil Nugroho Bayu Aji.

Kegiatan juga diikuti oleh Ketua DPC PDI-P Kabupaten Jombang, Sumrambah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, Ketua TACB Kabupaten Jombang, Nasrul ilah atau Cak Nas, dan juga Pembina Persada Soekarno Kediri, RM Kuswartono.

Pada sarasehan tersebut, Binhad Nurrohmat mengulas sejarah Bung Karno yang lahir di Ploso pada tanggal 6 Juni 1902. 

Lalu, Moch. Faisol mengupas kontroversi penetapan rumah Pandean Gang IV Surabaya sebagai rumah kelahiran Bung Karno.

Kemudian Cak Arif menyampaikan seputar rekomendasi TACB Kabupaten Jombang tahun 2024 tentang situs kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang.

Sementara itu, Rojil Nugroho Bayu Aji memaparkan sejarah kelahiran Bung Karno di Kota Surabaya pada tanggal 6 Juni 1901.

Panitia acara dari DPC PDI-P Kabupaten Jombang, Andika Dwi Fahyono atau Andika Kombun mengatakan, pihaknya bersama TACB Kabupaten Jombang mengambil momentum tanggal 1 Juni 2026 yang bertepatan dengan hari lahir Pancasila untuk membedah sejarah kelahiran Bung Karno di Ploso.

Berita Terkait :  Perencanaan Skenario Kebijakan Menghadapi Ketidakpastian Global

“Yang kedua, ini menjadi agenda diskusi rutin bulanan. Yang ketiga adalah sebagai peringatan Bulan Bung Karno,” kata dia.

Menurutnya, diskusi pada sarasehan cukup menarik dengan adanya pihak pembanding yakni, Dosen Unesa Surabaya, Rojil Nugroho Bayu Aji yang membeberkan bukti-bukti bahwa Soekarno lahir di Surabaya.

Begitu pula dengan pemaparan TACB Jombang lanjut dia, juga menyuguhkan banyak sekali data-data bahwa Bung Karno lahir di Ploso, Jombang, termasuk adanya pengasuh Bung Karno dan tempat dikuburkannya ari-ari Soekarno di Ploso.

“Harapan besarnya, tidak hanya melihat pada kontekstual kontroversial yang di’up’, tapi pemikiran Bung Karno terkait Marhaenisme, Tri Sakti, implementasinya bagaimana, sebetulnya itu yang kami ingin coba gali kembali,” tandas dia.

Sementara itu, Ketua TACB Kabupaten Jombang, Nasrul ilah mengatakan, apa yang dilakukan DPC PDI-P Kabupaten Jombang dengan memfasilitasi bedah sejarah kelahiran Bung Karno merupakan bentuk ‘support’ yang bagus menuju penetapan situs kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang sebagai cagar budaya.

“Ketika kita sudah masuk ke DPRD kemarin, itu memang sudah mulai mereka muncul. Kemudian respon awal justru dari  PDI-P,” kata Cak Nas.

Lebih lanjut Cak Nas menyampaikan, pihaknya menyambut baik dukungan dari partai politik manapun yang berkontribusi positif menuju penetapan situs kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang sebagai cagar budaya. [rif.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!