27 C
Sidoarjo
Sunday, April 26, 2026
spot_img

Said Abdullah: PDIP dan NU Punya Ikatan Ideologis, Kader Diminta Rawat Jam’iyah

Sumenep, Bhirawa
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah menegaskan pentingnya menjaga kedekatan nilai antara PDI Perjuangan dengan kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Relasi keduanya disebut bukan sekadar komunikasi politik, melainkan telah menjadi ikatan ideologis dan kultural yang mengakar di tengah masyarakat.

Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Sumenep di Islamic Centre Bindara Saod, Minggu (26/4). ”PDI Perjuangan boleh jadi tidak punya pesantren, tapi kewajiban PDI Perjuangan menghidupkan pesantren. Karena kita sama-sama Ahlussunnah Waljamaah. Ingat kawan-kawan DPRD, rawat dan berdayakan jam’iyah NU,” kata Said di hadapan ratusan kader Parpol moncong putih.

Menurut Said, kedekatan PDIP dan NU terbangun dari kesamaan nilai serta kultur sosial-keagamaan, terutama di wilayah Madura. Karena itu, ia meminta seluruh kader untuk terus menjaga hubungan tersebut dalam kerja-kerja politik maupun sosial kemasyarakatan.

Said juga menyinggung konsistensi kader PDIP dalam menjalankan program sosial di tengah masyarakat, mulai dari kegiatan bakti sosial hingga distribusi hewan kurban. ”Adakah partai lain yang melakukan hal yang sama seperti PDI Perjuangan? Setiap PAC diberikan satu kurban sapi. Itu hanya terjadi di PDI Perjuangan,” ucapnya.

Pada Idul Adha tahun ini, lanjut Said, PDIP menyiapkan ratusan hewan kurban untuk masyarakat. Dari total 360 ekor sapi yang disiapkan, sebanyak 157 ekor dialokasikan untuk wilayah Sumenep. ”Ini bagian dari memperkuat solidaritas sosial dan merawat semangat gotong royong,” imbuhnya.

Berita Terkait :  Kepahlawanan Digital Dalam Bermedsos

Dalam kesempatan ini, Said juga mengingatkan kader agar tidak melupakan peran partai sebagai rumah perjuangan bersama. Capaian individu tidak bisa dilepaskan dari kontribusi partai. ”Saya seperti ini karena partai. Jangan dibalik, bukan karena Said-nya, tapi karena partai yang memberi kehormatan,” tandasnya.

Said menekankan Musancab harus menjadi momentum konsolidasi sekaligus ruang regenerasi kepemimpinan di tubuh partai. ”Jadikan Musancab ini ajang konsolidasi dan regenerasi. Itu penting untuk keberlanjutan perjuangan,” katanya.

Selain itu, komitmen kepada masyarakat juga diwujudkan melalui program nyata di lapangan, salah satunya penyediaan air bersih di wilayah yang mengalami kekeringan. ”Kalau saya turun di Madura dan ada wilayah kekurangan air, pasti kita lakukan pengeboran. Itu komitmen, seperti di Kecamatan Manding,” tandasnya. [sul.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!