29 C
Sidoarjo
Thursday, October 1, 2026
spot_img

PPBM Kabupaten Nganjuk Komitmen Bentengi Petani Bawang Merah

Ketua I PPBM Nganjuk, Puji Santosa mendapat penghargaan Bupati Marhaen Djumadi acara Hari Tani di Pendopo Sosro Koesumo, Selasa (29/06/2026).

Kabupaten Nganjuk, Bhirawa. – Keberadaan Kabupaten Nganjuk sebagai salah satu lumbung utama bawang merah nasional kini menghadapi tantangan struktural yang kian kompleks. Di tengah gempuran potensi bawang merah impor serta praktik permainan harga oleh jaringan tengkulak yang kerap merugikan pelaku usaha lokal, kehadiran lembaga berbadan hukum yang solid menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi. 

​Menjawab realitas tersebut, Puji Santosa, petani modern asal Dusun Sumbersari, Desa Pandean, Kecamatan Gondang, menginisiasi lahirnya Perhimpunan Petani Bawang Merah (PPBM) Kabupaten Nganjuk. Legalitas organisasi ini telah dikukuhkan melalui SK Menteri Hukum RI No. AHU-0004377.AH.01.07.TAHUN 2026 serta diperkuat Piagam Pengesahan Bupati Nganjuk No. 100.3.3.2/1329/411.317/2026 yang ditandatangani Bupati Marhaen Djumadi. 

​Inisiasi pembentukan PPBM Nganjuk tidak sekadar ditujukan bagi pemilik lahan atau petani penggarap semata, melainkan dirancang sebagai wadah integratif yang melindungi seluruh rantai pasok lokal. Lingkup perlindungan ini mencakup: 
​Petani & Penggarap Tapak: Memutus ketergantungan pada siklus utang pinjaman modal berbiaya tinggi (skema utang-saur) serta menjamin kepastian harga jual saat panen raya agar tidak jatuh akibat permainan spekulan.

​Penyedia Bibit Lokal: Melindungi para penangkar dan penyedia bibit varietas unggul lokal (seperti Rejeki dan Tajuk) dari gempuran benih tak bersertifikat atau rembesan bibit impor ilegal yang merusak genetik dan kualitas panen lokal.

Berita Terkait :  Kementerian PU Dorong Pemudik Manfaatkan Jalur Pansela sebagai Alternatif Mudik dengan Panorama Pantai Selatan

​Pedagang & Jaringan Distribusi Lokal: Membangun konsolidasi antar-pedagang daerah agar memiliki daya tawar (bargaining position) yang kuat ketika berhadapan dengan pedagang besar luar daerah maupun pasar grosir nasional.

​”PPBM hadir untuk menyatukan seluruh elemen ekosistem bawang merah di Nganjuk. Mulai dari penangkar bibit, petani di sawah, hingga pedagang dan armada distribusi lokal harus berada dalam satu barisan yang terlindungi,” tegas Puji Santosa, Ketua I PPBM Nganjuk. Usai acara Hari Tani di Pendopo Sosro Koesumo, Selasa (29/06/2026).
 
​Menghadapi Ancaman Impor dan Permainan Tengkulak
​Ancaman terbesar yang membayangi stabilitas ekonomi bawang merah Nganjuk adalah maraknya masuknya pasokan bawang merah impor saat menjelang atau bertepatan dengan masa panen raya lokal. Kehadiran barang luar dengan harga murah kerap memicu kejatuhan harga drastis di tingkat petani.

​Kondisi ini makin diperparah oleh ulah tengkulak yang memanfaatkan ketiadaan sistem penyerapan (standby buyer) dan keterbatasan sarana penyimpanan (cold storage) milik petani. Akibatnya, petani sering berada dalam posisi terdesak untuk menjual hasil panennya dengan harga di bawah biaya operasional produksi (cost of production). 

​Melalui struktur kepengurusan resmi yang membawahi Bidang Pemasaran & Perdagangan (Joko Wardoyo) serta Bidang Kebijakan & Hubungan (Moch. Agung Sopuan), PPBM diproyeksikan aktif mendorong skema penyerapan harga minimum, advokasi regulasi tata niaga, serta pembangunan sistem resi gudang bagi anggota.

Berita Terkait :  Tingkatkan Kepuasan Pelanggan, Sharp Gandeng Aplikasi Vidio

​Sinergi Kebijakan dan Pengawasan Pemkab
​Langkah PPBM Nganjuk makin mendapat tempat karena menyelaraskan fungsi pengawasan dari unsur pemerintah. Dalam struktur resminya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Hj. Ida Shobihatin, AP., M.Si, bertindak langsung sebagai Ketua Pengawas PPBM.

​Kehadiran unsur Pemkab di jajaran pengawas memastikan bahwa kebijakan perhimpunan sejalan dengan program ketahanan pangan daerah, penataan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B), serta distribusi bantuan Alsintan agar tepat sasaran kepada kelompok tani yang membutuhkan. 

​Sebagaimana ditegaskan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi saat menyerahkan pengesahan kelembagaan, pembinaan yang terarah terhadap perhimpunan seperti PPBM merupakan kunci utama agar komoditas unggulan Nganjuk mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan berdaya saing di pasar nasional. [dro.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!