Jakarta, Bhirawa – Pameran Kriyanusa 2026 yang berlangsung selama lima hari, 26–30 September 2026, resmi ditutup oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Panggung Utama Hall B Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Acara bergengsi bertema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Pengrajin Mendunia” ini turut dihadiri Menteri dan Wakil Menteri UMKM, serta Ketua Harian Dekranas Ibu Tri Tito Karnavian.
Salah satu momen yang menyita perhatian adalah Parade Busana Wastra Daerah yang diikuti Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda dari 35 provinsi se-Indonesia. Dalam parade tersebut, Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, tampil anggun dan mempesona mengenakan busana wastra Jawa Timur rancangan perancang ternama Diana M Putri.
Busana yang dikenakan Arumi terinspirasi dari sosok Ratu Kerajaan Majapahit, Tribhuwana Tunggadewi. Ia menjelaskan bahwa desain tersebut memadukan kemegahan era Majapahit dengan sentuhan modern, dilengkapi kain batik khas pesisir Jawa Timur dan mahkota minimalis bergaya Jawa.
“Busana ini terinspirasi dari ketangguhan Ratu Tribhuwana Tunggadewi, seorang pemimpin perempuan yang kuat, berani, dan tangguh, namun tetap menjaga keanggunan serta sisi kewanitaannya. Pesan ini yang ingin kami sampaikan, bahwa fashion juga mampu memberikan kekuatan dan kemandirian bagi perempuan modern saat ini,” ujar Arumi usai parade.
Lebih lanjut, Arumi menegaskan bahwa keikutsertaan Dekranasda Jatim dalam ajang nasional ini merupakan bentuk komitmen untuk mengenalkan keberagaman kriya dan batik daerah yang terus berkembang mengikuti zaman. Menurutnya, batik bukan sekadar kain hiasan, melainkan identitas bangsa yang menyimpan cerita dan nilai sejarah di setiap motifnya.
Momentum pameran yang berdekatan dengan Hari Batik Nasional juga ia manfaatkan untuk mengajak generasi muda bangga menggunakan batik dalam keseharian.
“Batik saat ini sudah menjadi bagian dari fashion anak muda, bukan hanya untuk acara formal, tetapi juga daily look. Indonesia sangat kaya, dan batik adalah identitas kita yang diakui dunia. Buat anak-anak muda, mari kita cintai, jaga, dan lestarikan batik. Bangga menggunakan karya asli Indonesia,” tuturnya.
Usai parade, Arumi mengunjungi stand Dekranasda Jatim. Ia menyampaikan bahwa partisipasi Jawa Timur di ajang ini adalah komitmen nyata untuk memajukan karya perajin lokal agar makin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
“Wastra Jawa Timur memiliki kekayaan motif dan nilai historis yang luar biasa. Melalui parade dan pameran Kriyanusa 2026 ini, kita ingin menunjukkan bahwa kain tradisional kita tidak hanya indah dan sarat makna, tetapi juga sangat luwes dan elegan untuk dipadukan dalam busana formal modern,” ucapnya.
Arumi juga menegaskan bahwa Dekranasda Jatim akan terus mendampingi pelaku UMKM dan perajin kriya agar terus berinovasi, memperluas pasar, dan menjaga keberlanjutan warisan budaya Nusantara.
“Harapan kita, ajang ini dapat memantik semangat para perajin di Jawa Timur untuk terus berkarya. Kami di Dekranasda berkomitmen memberikan wadah dan pendampingan agar produk kriya Jatim semakin naik kelas dan memiliki daya saing tinggi,” pungkasnya.
Pameran Kriyanusa 2026 sukses mempromosikan karya perajin kriya unggulan dari berbagai daerah, menghadirkan workshop, hingga pameran busana yang menampilkan kekayaan wastra Nusantara. [aya.kt]


