Surabaya, Bhirawa
Poltekkes Kemenkes Surabaya Jurusan Elektro Medis kembali menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengabmas) bertajuk ‘Penerapan Transformasi Digital Marketing dan Inovasi Produk Mahasiswa dalam Pengembangan Start-Up Mahasiswa untuk Mendukung Gaya Hidup Sehat di Era Smart Campus’, di Laboratorium Terpadu Lantai 2 (3/6) lalu.
Ketua Tim Pengabmas, Anita Miftahul Maghfiroh SST MT, bersama Tim Pengabmas yang terdiri dari Singgih Yudha Setiawan SST MT, Levana Forra Wakidi SST MT dan Deenda Putri Duta Natalia. Dan menghadirkan dua narasumber, yakni Rizki Pahlawan SH, selaku fasilitator dan konsultan digital marketing, yang menyampaikan materi terkait strategi pemasaran digital. Sementara Nurul Hindaryani SPd MGz, Ketua DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), menjelaskan masalah inovasi produk gizi dan peluang bisnis di era digital.
Pengabmas dipusatkan di Laboratorium Terpadu Poltekkes Kemenkes Surabaya dan diikuti puluhan mahasiswa Elektro Medis dan Mahasiswa Gizi. Pengabmas ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan menciptakan produk gizi inovatif sekaligus memasarkannya secara digital, sejalan dengan konsep Smart Campus.
Menurut Ketua Pengabmas, Anita Miftahul Magfiroh, mahasiswa harus menjadi technopreneur gizi. Sebab di era digital ini, mahasiswa tidak cukup hanya paham ilmu gizi. Mereka harus bisa merancang produk pangan sehat yang sesuai dengan tren, membuat branding, hingga strategi digital marketing di media sosial dan marketplace.
Anita menjelaskan, pada Pengabmas Poltekkes Kemenkes Surabaya ini, mahasiswa praktik langsung membuat prototipe produk gizi seperti snack bar tinggi serat, minuman fungsional rendah gula, dan frozen food berbasis pangan lokal. Setelah itu, mereka dibimbing membuat konten promosi, foto produk, copywriting, hingga strategi iklan digital untuk menarik pasar Generasi Z yang peduli gaya hidup sehat.
Salah satu peserta, Nabila Puspitasari, mengaku senang dan antusias mengikuti Pengabmas yang digelar Kampusnya. ”Ternyata membikin produk gizi saja tidak cukup. Kita harus paham cara jualannya di Tik Tok, IG dan Shopee. Ilmunya sangat bermanfaat sekali bagi saya. Sehingga ingin langsung membikin start-up gizi sepulang dari mengikuti Pengabmas ini,” ujarnya.
Kegiatan ini juga melibatkan tiga mahasiswa pendamping yakni Nimas Ayu Prabowowati, Mohammad Yanuar Ichsan dan Reza Maulana Ibrahim yang turut membantu jalannya pelatihan.
Melalui Pengabmas ini, Poltekkes Kemenkes Surabaya berharap lahir start-up rintisan mahasiswa Elektro medis dan Prodi Gizi di bidang gizi yang mampu bersaing di pasar digital sekaligus mendukung ekosistem Smart Campus dan mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan gaya hidup sehat di masyarakat.
Pengabmas diikuti puluhan mahasiswa Teknik Elektro Medis dan Mahasiswa Gizi yang bertujuan membekali dengan kemampuan ganda, yakni menciptakan inovasi produk pangan sehat sekaligus memasarkannya secara digital. Langkah ini sejalan dengan upaya Poltekkes Kemenkes Surabaya membangun ekosistem Smart Campus.
Ketua Prodi Teknologi Elektro Medis, Profesor Doktor Endro Yulianto saat ditemui mengatakan, tema kali ini sangat keren yakni ‘Transformasi Digital Marketing dan Inovasi Produk Gizi Mahasiswa untuk Pengembangan Start-Up’.
Profesor Endro menegaskan pentingnya kolaborasi mahasiswa Teknologi Elektro Medis dan Prodi Gizi mendongkrak peran mahasiswa sebagai technopreneur gizi. ”Di era digital ini mahasiswa tak cukup hanya menguasai ilmu gizi. Tetapi harus mampu merancang produk sesuai tren, membangun branding, hingga menguasai strategi digital marketing di media sosial dan marketplace,” tegasnya.
Dalam pelatihan, mahasiswa praktik langsung membuat prototipe produk seperti snack bar tinggi serat, minuman fungsional rendah gula, dan frozen food berbasis pangan lokal. Mereka juga dibimbing menyusun konten promosi, teknik foto produk, copywriting, hingga strategi iklan digital untuk menjangkau pasar Gen Z.
Melalui Pengabmas ini, Poltekkes Kemenkes Surabaya mentargetkan lahirnya start-up rintisan mahasiswa di bidang gizi yang adaptif terhadap pasar digital, sekaligus mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan gaya hidup sehat di masyarakat. [fen.hel]


