31.2 C
Sidoarjo
Sunday, September 13, 2026
spot_img

Polisi Gandeng Warga Jaga Hutan Panceng, Cegah Karhutla Sejak Dini

Gresik, Bhirawa — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Hutan Panceng diantisipasi sejak dini. Jajaran Polres Gresik bersama Perhutani dan masyarakat memperkuat langkah preventif melalui sosialisasi dan edukasi untuk mencegah munculnya titik api.

Kegiatan digelar di Petak 88 RPH Panceng, kawasan wilayah LMDH Sumber Lestari, Dusun Larangan, Desa Prupuh, Kecamatan Panceng. Sosialisasi ini melibatkan kepolisian, Perhutani, tokoh agama, perwakilan perusahaan, pelaku usaha warung di sekitar hutan, serta masyarakat setempat.

Pelaksana Tugas Kanit Binmas Polsek Panceng, Bripka Ahmad Wahyu Afrian, yang mewakili Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Api dapat berawal dari hal sepele, dan dengan kondisi vegetasi yang kering serta bantuan angin, dapat dengan cepat merambat dan meluas.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, membuang puntung rokok di kawasan hutan, maupun melakukan aktivitas lain yang dapat memicu munculnya api. Jangan tunggu api membesar — kewaspadaan dan laporan cepat menjadi benteng pertama untuk menjaga Hutan Panceng tetap aman, hijau, dan bebas Karhutla,” ujarnya.

Pencegahan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan aparat. Keterlibatan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan hutan dinilai menjadi kunci untuk mendeteksi sekaligus mencegah potensi kebakaran sejak awal. Warga juga diminta tidak ragu melaporkan setiap kejadian yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Berita Terkait :  Komisi I DPR RI Tuntut Hentikan Latsarmil Manajer Kopdes, Pendampingan Keluarga Korban Tak Cukup!

“Pencegahan bukan hanya tugas kepolisian atau Perhutani, ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Jika melihat titik api atau adanya potensi kebakaran, segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin,” tegas Ahmad Wahyu Afrian.

Sosialisasi tersebut mendapat respons positif dari warga. Sebanyak 20 warga masyarakat Hutan Panceng dan 10 anggota Paguyuban Warung Sekitar Hutan Panceng (Magersari) menyatakan kesiapannya untuk ikut menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan.

Kegiatan turut dihadiri perwakilan RPH Panceng BKPH Kranji KPH Tuban Edi Purwono, Tokoh Agama K.H. Kholili, perwakilan LBH Panceng Sri Kurniasih, Staf PT KTM Shohibi, serta Staf PT WDM Rohman.

Sinergi lintas elemen tersebut diharapkan memperkuat sistem pencegahan Karhutla di kawasan Panceng. Kepolisian, Perhutani, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan warga didorong menjadi mata dan telinga dalam mendeteksi potensi api sebelum berkembang menjadi kebakaran.  [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!