Surabaya, Bhirawa
Digitalisasi penyewaan lapak untuk menyasar pasar Gen Z, PT Puspa Agro Jatim resmi meluncurkan website baru, puspaagrojatim.id.
Website aplikasi ini diluncurkan sebagai wadah digital untuk menyalurkan kegiatan usaha agrikultur dan perdagangan komoditas yang ada di Pasar Induk Puspa Agro.
Platform ini dirancang untuk memfasilitasi pendaftaran lapak, penyewaan lahan, serta transaksi pembayaran secara online. Langkah itu menjadi bagian dari upaya perusahaan mengurangi interaksi tatap muka dan memperluas jangkauan pasar, termasuk kalangan anak muda.
Situs baru akan menjadi kanal utama penjualan dan pembayaran online yang nantinya juga terhubung dengan media sosial. Untuk tahap awal, sinkronisasi akan dilakukan dengan platform Tiktok, dengan rencana membuka integrasi ke Instagram dan Facebook.
Menurut Komisaris Utama PT Puspa Agro, Fairouz Huda, harapannya langkah digital ini mampu menjangkau konsumen generasi muda.
“Dengan adanya website ini, maka harapannya kami dapat menembus pasar gen z atau pasar anak muda,” ujar Fairouz saat acara launcing yang dilakukan di Pasar Puspa Agro, Jalan Raya Sawunggaling, Selasa (2/6).
Model operasional website dirancang untuk memudahkan pelaku usaha menyewa stan dan lahan secara daring. Pembayaran dilakukan melalui sistem perbankan online sehingga seluruh proses administratif dapat diselesaikan tanpa perlu pertemuan fisik.
Direktur Utama PT Puspa Agro, Diah Agus Muslim, menegaskan alasan di balik kebijakan itu adalah pengurangan kontak langsung diharapkan mengefektifkan pengawasan dan mengurangi potensi pelanggaran.
“Jadi kita mengurangi tatap muka, karena jika mengurangi tetap muka maka pelanggaran-pelanggaran dapat di cegah,” cetus Agus Muslim.
Perlu diketahui, Puspa Agro Jatim menawarkan kapasitas okupansi hingga 50 persen dari total area yang dikelola. Lahan yang tersedia mencapai 50 hektar, terdiri dari berbagai tipe lahan, bangunan, dan stan yang bisa disewa oleh pelaku usaha. Produk yang menjadi fokus komoditas meliputi sayur, buah, daging, ikan, dan palawija.
Dukungan infrastruktur pendukung juga disiapkan untuk menunjang kegiatan bisnis diantaranya, tiga gudang kering yang saat ini beroperasi. Dua cool storage untuk kebutuhan penyimpanan komoditas yang sensitif suhu. Selain itu juga ada fasilitas nursery yang difungsikan untuk kegiatan pembibitan.
Dengan format pendaftaran dan pembayaran online, pelaku usaha bisa lebih cepat mengakses informasi ketersediaan lahan atau stan, melakukan pemesanan, dan menyelesaikan transaksi tanpa harus datang ke lokasi. Integrasi dengan kanal media sosial, khususnya Tiktok di tahap awal, diharapkan membantu promosi produk dan menarik pembeli muda yang aktif di platform tersebut.
Peluncuran puspaagrojatim.id menunjukkan langkah PT Puspa Agro Jatim menggabungkan pengelolaan aset fisik dengan platform digital.
“Dengan menyediakan fasilitas pendaftaran online dan metode pembayaran bank, perusahaan membuka peluang lebih luas bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan pelaku usaha pertanian untuk berpartisipasi dalam pasar yang lebih modern dan terhubung,” paparnya.
Langkah ini juga menjadi sinyal adaptasi sektor agribisnis terhadap kebiasaan konsumen yang kian terdigitalisasi. Selain memudahkan transaksi, jejak digital akan mempermudah monitoring okupansi dan pemanfaatan fasilitas, yang penting untuk perencanaan pasokan dan penanganan pelanggaran operasional.
“Jika PT Puspa Agro Jatim berhasil mengintegrasikan situs dengan strategi pemasaran digital yang tepat, platform ini berpotensi menjadi model bagi pengelolaan aset agribisnis lain di Jawa Timur menghubungkan petani, pelaku UKM, dan konsumen muda dalam satu ekosistem yang lebih efisien,” pungkas Agus Muslim. [aya.gat]


