28.7 C
Sidoarjo
Sunday, October 18, 2026
spot_img

Penyandang Disabilitas di Kabupaten Probolinggo Dilatih Membuat Keripik Singkong

Kabupaten Probolinggo, Bhirawa. – Sebanyak 35 penyandang disabilitas mengikuti pelatihan pembuatan keripik singkong di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Kamis-Jumat (15-16/10). Pelatihan yang diselenggarakan Pemberdayaan Disabilitas Kabupaten Probolinggo (PDKP) bersama Dinas Sosial setempat itu membekali peserta keterampilan mengolah singkong menjadi produk bernilai jual.

Peserta terdiri atas 28 anggota PDKP dan tujuh peserta dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin). Selama dua hari, mereka mempraktikkan proses pengolahan singkong, mulai dari persiapan bahan hingga penggorengan dan pengemasan keripik.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, Ninuk Fris Handayani, mengatakan keterampilan produksi perlu diimbangi dengan akses pemasaran agar produk yang dihasilkan dapat menjangkau konsumen lebih luas.

“Pelatihan keterampilan praktis seperti pembuatan keripik singkong dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan usaha produktif secara mandiri. Namun, kemampuan produksi perlu diimbangi dengan dukungan pemasaran agar produk yang dihasilkan mampu menjangkau konsumen lebih luas,” katanya.

Salah satu peluang pemasaran yang dapat dimanfaatkan ialah SIMADU (Sistem Manajemen Pengembangan UMKM Terpadu) Kabupaten Probolinggo. Melalui platform tersebut, produk peserta berpeluang dipromosikan dalam katalog produk unggulan daerah yang terhubung dengan WhatsApp dan informasi lokasi usaha.

Ketua panitia pelatihan, Sugianto, yang akrab disapa Iyan, mengatakan kegiatan ini tidak berhenti pada penguasaan teknik produksi. Peserta juga membutuhkan pendampingan agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam usaha.

Berita Terkait :  Melalui Virtual, Bupati Sampaikan Fiskal dan Tata Ruang Bangkalan

“Harapan kami, peserta tidak hanya membawa pulang ilmu, tetapi juga berani melangkah untuk memulai usaha dan mandiri secara ekonomi. Kami ingin membuktikan bahwa disabilitas bukan penghalang untuk berkarya dan menghasilkan produk yang berkualitas,” ujarnya.

Menurut Iyan, pendampingan lanjutan diperlukan, terutama dalam pengurusan perizinan usaha dan perluasan akses pemasaran. Dukungan tersebut dibutuhkan agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat berkembang menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan.[fir.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!