28.7 C
Sidoarjo
Sunday, October 18, 2026
spot_img

D’Summer Juara Smekdor Fiesta Music Fest 2026 Sukses Digelar


Surabaya, Bhirawa – Ajang kompetisi band pelajar bergengsi tingkat nasional, Smekdor Fiesta Music Fest 2026, resmi ditutup, di Pekan Raya Jatim (PRJ) Sabtu (17/10). Kompetisi tahunan yang diinisiasi SMK Dr. Soetomo (Smekdor) Surabaya untuk mewadahi kreativitas musikalitas pelajar ini sukses menjadi magnet bagi talenta-talenta muda dari berbagai daerah.

Dalam babak puncak grand final yang digelar di momentum Pekan Raya Jatim (PRJ) ini, band indie D’Summer dari Surabaya berhasil keluar sebagai Juara 1. Posisi kedua disusul oleh The Vesto sebagai Juara 2, The Octavolt di posisi Juara 3, serta The Juniors First yang dinobatkan sebagai Juara Favorit.

Kepala SMK Dr. Soetomo, Juliantono Hadi, mengungkapkan kegiatan ini merupakan agenda rutin sekolah untuk memberikan wadah positif bagi para pelajar dalam berkreasi dan menujukkan karya nyata bermusik di depan masyarakat luas. Tahun ini, terdapat inovasi menarik yang disesuaikan dengan perkembangan zaman, yaitu penggunaan drum elektrik dalam kompetisi.

“Pembedanya tahun ini kami memakai drum elektrik, karena kita mengikuti zaman. Dan ternyata dengan drum elektrik pun mereka bisa tampil maksimal,” ujar pria yang akrab disapa abah Anton ini.

Disebutkan Anton, antusiasme peserta tahun ini terbilang sangat tinggi. Dari total 23 peserta yang mendaftar dari berbagai daerah, sebanyak 15 peserta berhasil lolos menembus babak grand final setelah melalui proses seleksi ketat. Menariknya, ajang ini juga kedatangan peserta dari luar Jawa Timur, seperti Semarang dan Bandung, yang sebelumnya harus melalui proses audisi khusus oleh tim juri (Restu dan Doni) untuk memperebutkan golden ticket.

Berita Terkait :  Belajar Langsung dari Sumbernya, Kunjungan Edukatif SD Alpha Omega ke Setdaprov Jatim

Kesuksesan perhelatan Smekdor Fiesta Music Fest 2026 juga tidak lepas dari kolaborasi lintas jurusan dan keterlibatan siswa dalam seluruh rangkaian penyelenggaraan. Anton menyebut, sebanyak 20 anggota OSIS, 12 siswa sebagai kru multimedia untuk live camera, delapan siswa di bagian sound system, serta empat siswa di bidang visual bahu-membahu menyukseskan acara secara profesional.

“Kami ingin mengajarkan kepada para siswa bagaimana menjadi event organizer (EO) secara nyata. Hasil kerja sama ini akan kami akumulasikan dalam pembelajaran yang berkaitan dengan jurusan masing-masing,” ungkap Anton.

Wadah Positif di Era Digital
Pelaksanaan Smekdor Fiesta Music Fest 2026 mendapat apresiasi tinggi dari berbagai kalangan, termasuk dari dewan juri. Musisi senior sekaligus produser musik asal Surabaya, Khoirul Arifin atau yang akrab disapa Petok, memuji langkah nyata Smekdor dalam memfasilitasi generasi muda yang kini hidup di era gadget-minded.

“Bagus sekali kegiatan seperti ini (Smekdor Fiesta Music Fest 2026). Artinya, ada satu kegiatan positif untuk anak-anak sekarang. Saya pikir mereka bisa memanfaatkan kemampuan teknologi mereka. Dari pada mereka harus bersosial media yang flexing-flexing (pamer) tidak jelas, mem-flexing-kan kemampuan mereka atas musikalitas dan prestasi itu jauh lebih positif,” ungkap Petok, yang juga merupakan mantan produser Tik Band.

Ia juga membandingkan kondisi musisi pelajar masa kini dengan eranya terdahulu. Menurutnya, pelajar saat ini jauh lebih beruntung karena mendapatkan dukungan penuh dari orang tua, kehadiran pelatih profesional, serta akses teknologi dan pengetahuan yang lebih luas.

Berita Terkait :  Disbudpar Jatim Gelar Festival Dewi Cemara dan Pekan Kebudayaan Daerah 2024

Dalam ajang cipta lagu di babak grand final yang membawakan lagu bebas, juri menerapkan kriteria penilaian yang ketat. Petok menjelaskan bahwa bobot penilaian terbesar, yakni 70%, difokuskan pada penilaian lagu sendiri (ciptaan orisinal) yang mencakup kriteria lagu yang catchy, easy listening, memiliki karakter, serta mampu menyampaikan ekspresi pesan pendatang (baik cerita sekolah, cinta, maupun tema sosial).

Sementara itu, sisa 30% bobot nilai diberikan pada kategori lagu cover atau pilihan. Jajaran dewan juri yang dihadirkan pun tidak sembarangan. Mereka adalah musisi berpengalaman yang lama malang melintang di skena musik Jawa Timur, di antaranya Khoirul Arifin (Petok) selaku produser dan musisi senior Surabaya, Restu (drummer Boogie Band, grup Hip Hop/R&B populer asal Surabaya), serta Ari alias Mister Pink (musisi rock/indie senior Surabaya).

Salah satu peserta yang mendapatkan Golden Ticket Smekdor Fiesta Music Fest adalag Lohjinawi, band pelajar asal Semarang. Vokalis Lohjinawi, leonora Gwen Carissa Audrey Hartanto mengaku sangat terhormat bisa meraih golden ticket setelah melakukan persiapan matang selama tiga minggu bersama dukungan guru sekolah.

“Kalau ikut kompetisi tujuannya untuk melatih mental, aksi panggung, dan menunjukkan bakat ke para musisi. Di Jatim ini banyak band bagus, dan kami sangat mengapresiasi lomba cipta lagu ini karena bisa bebas mengeksplorasi kemampuan,” ujar Gwen.

Melalui penyelenggaraan yang konsisten ini, SMK Dr. Soetomo berharap mental, kemampuan soft skill, serta kreativitas pelajar Indonesia, khususnya dalam memproduksi karya yang siap dimonetisasi lewat platform digital seperti Spotify dapat terus berkembang ke arah yang lebih gemilang. [ina.wwn]

Berita Terkait :  Perkuat Jejaring Global, Unusa Gandeng KCGI dan KCG Jepang

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!