Sumenep, Bhirawa – Sebanyak 450 murid jenjang SMA, SMK, dan SLB di wilayah Madura Raya menerima bantuan biaya pendidikan afirmasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Bantuan tersebut diserahkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di SMAN 2 Sumenep, Rabu (14/10).
Ke-450 penerima bantuan berasal dari empat kabupaten. Rinciannya, 113 murid dari Kabupaten Sumenep, 114 murid dari Pamekasan, 110 murid dari Sampang, dan 113 murid dari Bangkalan.
Khofifah mengatakan, program afirmasi pendidikan merupakan upaya Pemprov Jatim memastikan peserta didik dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan. Bantuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Jawa Timur, termasuk anak-anak di wilayah Madura Raya, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, mengembangkan potensi diri, dan meraih cita-citanya. Jangan sampai ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan karena keterbatasan ekonomi,” kata Khofifah.
Ia menjelaskan, Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran Rp50 miliar untuk program bantuan afirmasi pendidikan bagi 50 ribu pelajar di Jawa Timur. Setiap murid SMA, SMK, dan SLB yang memenuhi kriteria, yakni berasal dari kelompok desil 1 hingga desil 4, mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta.
Menurut Khofifah, penyaluran bantuan dilakukan ke berbagai daerah sejak awal Oktober sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Program tersebut sekaligus menjadi upaya mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kita keliling ke berbagai daerah mulai awal Oktober sebagai rangkaian hari jadi Pemprov Jatim,” ujarnya.
Khofifah menambahkan, bantuan afirmasi tidak hanya ditujukan untuk meringankan beban pengeluaran keluarga, tetapi juga mendukung keberlanjutan pendidikan peserta didik. Dukungan tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko putus sekolah sekaligus meningkatkan motivasi belajar siswa.
Untuk siswa SMK, bantuan afirmasi juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi dan keterampilan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri. Sementara bagi murid SLB, program tersebut diharapkan memperkuat pemerataan kesempatan memperoleh layanan pendidikan sesuai kebutuhan.
“Pemerataan akses pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter. Dukungan kepada murid dari keluarga yang membutuhkan harus diperkuat agar mereka dapat menempuh pendidikan dengan lebih tenang dan fokus pada proses belajar,” jelasnya.
Khofifah menegaskan, Pemprov Jatim terus mendorong pembangunan pendidikan yang inklusif dengan memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat serta kebutuhan peserta didik di berbagai wilayah.
Salah satu penerima bantuan, Diaz Maulana (18), siswa kelas XII SMAN 2 Sumenep, mengaku senang menerima bantuan afirmasi pendidikan. Ia berharap program tersebut terus berlanjut sehingga semakin banyak pelajar yang terbantu memenuhi kebutuhan pendidikannya.
“Semoga bisa terus membantu banyak siswa sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan ekonominya sekaligus program afirmasi bisa terus dilakukan,” pungkasnya. [ina.wwn]




