Kota Probolinggo, Bhirawa – Pemerintah Kota Probolinggo melibatkan Profesor Masami Isoda dari University of Tsukuba, Jepang, dalam kegiatan peningkatan kapasitas guru melalui lesson study dan lokakarya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran matematika.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (19-20/8). Hari pertama digelar di Bale Hinggil dan dilanjutkan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Kamis (20/8).
Sebanyak 86 guru mengikuti kegiatan tersebut. Peserta terdiri atas guru kelas V dan VI sekolah dasar serta guru SMP, khususnya guru TIK dan robotik. Kegiatan juga melibatkan kepala sekolah, pengawas sekolah, peserta didik, serta sejumlah perangkat daerah terkait.
Dalam kegiatan tersebut, Prof. Masami Isoda memberikan paparan sekaligus demonstrasi pembelajaran kepada para guru. Materi yang diberikan berkaitan dengan penerapan lesson study dan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai bagian aktif dalam proses belajar.
Isoda menjelaskan, guru perlu memperhatikan proses berpikir siswa dalam menyelesaikan persoalan, bukan hanya melihat jawaban akhir. Dalam pembelajaran matematika, perbedaan jawaban siswa dapat digunakan untuk melihat bagaimana siswa memahami suatu persoalan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengamatan terhadap proses pembelajaran, diskusi, dan evaluasi. Guru diminta mengamati proses belajar siswa dan mendiskusikan temuan tersebut bersama peserta lainnya.
Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin mengatakan kegiatan tersebut berkaitan dengan upaya meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran. Ia juga menyoroti kemampuan siswa dalam menghadapi persoalan sebagai salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pendidikan.
“Yang kita harapkan bukan hanya anak-anak kita menguasai ilmu, tetapi juga memiliki mental yang kuat dan kemampuan problem solving,” kata Aminuddin.
Menurutnya, pembelajaran matematika tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan berhitung. “Matematika bukan hanya 1+1 atau 2×2. Matematika mengajarkan bagaimana kita memahami kehidupan dan bagaimana memecahkan masalah,” ujarnya.
Aminuddin juga menyampaikan keinginannya agar Kota Probolinggo dapat menjadi lokasi percontohan penerapan lesson study, pembelajaran matematika, komputasi, dan robotik.
Sementara itu, Direktur SEAMOLEC Cahya Kusuma Ratih mengatakan penggunaan teknologi dalam pembelajaran perlu disertai dengan peningkatan kapasitas guru.
Menurutnya, guru tidak hanya berperan menyampaikan materi, tetapi juga perlu mengembangkan kemampuan dalam merancang dan mengevaluasi proses pembelajaran.
Direktur SEAQIM Sri Wulandari Danoebroto mengatakan guru dalam kegiatan tersebut diajak mengamati cara siswa berpikir, termasuk ketika menghadapi jawaban yang berbeda dalam pembelajaran matematika.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Setiorini Sayekti mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan mutu pendidikan dan tenaga pendidik di Kota Probolinggo.
Ia berharap kerja sama dengan mitra pendidikan dari Jepang dan lembaga terkait dapat berlanjut setelah kegiatan dua hari tersebut. Kegiatan ini melibatkan University of Tsukuba, SEAMOLEC, SEAQIM, dan Pemerintah Kota Probolinggo. [fir.wwn]



