Kota Probolinggo, Bhirawa – Pemerintah Kota Probolinggo menargetkan lahirnya 10 ribu buku karya pelajar melalui program Gerakan Literasi Gerbang Seribu (Gerakan Literasi Sepuluh Ribu Buku). Jika target tersebut tercapai, pemerintah daerah berencana mengajukan pencatatan ke Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Target itu disampaikan Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin saat meluncurkan Gerbang Seribu yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo di Aula SMP Negeri 9 Kota Probolinggo, Kamis (6/8). Sebanyak 115 pelajar SD dan SMP negeri maupun swasta mengikuti program sebagai penulis muda.
Menurut Aminuddin, gerakan literasi tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membangun karakter serta melahirkan generasi yang kreatif dan produktif.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membangun karakter, integritas, dan cara berpikir generasi muda. Saya mengajak seluruh anak-anak Kota Probolinggo memberikan sumbangsih terbaik melalui karya-karya yang lahir dari dunia pendidikan. Mari kita buktikan bahwa Kota Probolinggo mampu melahirkan penulis-penulis hebat,” katanya.
Ia optimistis target penerbitan 10 ribu buku karya pelajar dapat diwujudkan. Bahkan, menurutnya, pemanfaatan teknologi memungkinkan karya para siswa diterjemahkan ke berbagai bahasa sehingga dapat dikenal lebih luas.
“Dengan dukungan teknologi, karya anak-anak kita dapat diterjemahkan ke dalam bahasa internasional sehingga bisa dibaca oleh masyarakat dunia. Saya bangga kepada anak-anak Kota Probolinggo. Dari mereka lah akan lahir generasi unggul yang mampu membawa nama baik daerah sekaligus berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Setyorini Sayekti mengatakan, Gerbang Seribu merupakan upaya membangun budaya literasi sejak dini melalui kolaborasi guru dan peserta didik. Hasil karya para siswa akan diterbitkan dalam bentuk buku digital (e-book) dan tersimpan di perpustakaan digital Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip).
“Program ini menjadi salah satu praktik baik yang melibatkan guru dan peserta didik dalam menghasilkan karya tulis. Harapannya, mulai tahun depan hasil tulisan mereka sudah dapat diterbitkan dalam bentuk e-book sehingga dapat diakses lebih luas,” jelasnya.
Program yang berlangsung pada 4-6 Agustus itu menghadirkan sejumlah pegiat literasi untuk membekali peserta dengan teknik menulis, penguatan budaya literasi, serta pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran.
Pada kesempatan tersebut, wali kota juga menerima replika Kelabang Songo karya siswa SMP Negeri 4 Kota Probolinggo beserta buku berjudul Kelabang Songo yang mengulas sejarah dan perkembangan kesenian musik tradisional khas daerah tersebut. [fir.wwn]


