29.4 C
Sidoarjo
Monday, May 4, 2026
spot_img

Pemkot Mojokerto Gencarkan Cabanisasi di Kampung KB Kelurahan Meri

Kota Mojokerto, Bhirawa
Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi melalui program cabenisasi yang digencarkan hingga tingkat kelurahan. Salah satunya dilaksanakan di Kampung KB Kelurahan Meri.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa program cabenisasi merupakan kebijakan untuk mendukung program nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.

“Cabai memang bukan bahan pokok, tetapi termasuk komoditas penting yang sangat memengaruhi inflasi. Kenaikan harga cabai sering terjadi karena faktor cuaca dan gagal panen, terutama menjelang hari besar,” jelasnya.

Melalui program cabenisasi, masyarakat diajak menanam cabai secara mandiri di pekarangan rumah menggunakan pot maupun polybag. Setiap rumah tangga ditargetkan memiliki tanaman cabai sendiri sehingga kebutuhan sehari-hari dapat dipenuhi tanpa harus membeli.

Menurutnya, langkah ini menjadi strategi konkret untuk menekan lonjakan harga ketika pasokan dari daerah produsen menurun. “Harapannya ketika terjadi gagal panen di beberapa daerah suplainya menurun, harga tidak terlalu melonjak tinggi karena warga Kota Mojokerto sudah punya cabai sendiri,” terangnya.

Program cabenisasi juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah, pemerintah kelurahan, hingga masyarakat. Bahkan, lingkungan perkantoran turut didorong memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam cabai sebagai bagian dari gerakan bersama.

Kampung KB sebagai basis pemberdayaan masyarakat dinilai strategis untuk menyukseskan program ini. Dengan semangat gotong royong, warga diharapkan mampu mengoptimalkan pekarangan rumah sekaligus meningkatkan kemandirian pangan keluarga.

Berita Terkait :  LKPJ 2024 Bupati Pasuruan, Capaian Pembangunan Daerah hingga Peningkatan Ekonomi dan IPM

Sebelumnya, Pemerintah Kota Mojokerto juga telah menggerakkan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan TP PKK dalam program cabenisasi, serta menjadikannya sebagai indikator pemanfaatan lahan dalam Budaya RT Berseri. [oky.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!