Kota Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pendidikan (Dindik) berkomitmen menjaga kesehatan para pelajar di kota ini. Salah satunya diwujudkan dengan menggelar Skrining Penyakit Jantung Rematik (SPJR) yang digelar di Graha Pancasila, Balai Kota Batu, akhir pekan kemarin.
Kegiatan ini menyasar sebanyak 300 siswa-siswi kelas V dan VI Sekolah Dasar (SD) yang ada si Kota Batu. Hal ini merupakan upaya preventif dari Pemkot dalam mengantisipasi gejala gangguan jantung yang kerap tidak disadari siswa maupun wali murid.
Karena itu selama kegiatan SPJR, para siswa didampingi oleh wali murid masing- masing. Adapun dalam pelaksanaannya, Pemkot Batu menggandeng Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Malang Raya sebagai mitra lintas sektor.
“Kegiatan skrining penyakit jantung ini menjadi langkah deteksi dini untuk mencegah gangguan jantung pada anak usia sekolah,” ujar Heli Suyanto, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Senin (1/6).
Ia menegaskan pentingnya menjaga pola hidup sehat pada pelajar sejak dini. Hal ini sebagai upà ya pencegahan terhadap berbagai penyakit, termasuk gangguan jantung pada anak.h
“Kegiatan skrining ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kita. Pola hidup sehat itu sangat penting untuk masa depan anak- anak, generasi enerus Kota Batu,” jelas Heli.
Adapun pemantauan Pemkot Batu terhadap pola hidup usia anak ini juga akan diikuti dengan pemantauan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah dapur yang ada di wilayah Kota Batu. Pemkot akan melakukan koordinasi lanjutan terkait kemungkinan hubungan antara penyakit jantung dengan pola makan maupun pola hidup masyarakat.
“Kami juga memantau seluruh dapur MBG di Kota Batu yang juga akan dilanjutkan dengan koordinasikan apakah apakah ada kaitan antara penyakit jantung rematik dengan pola makan dan pola hidup sehari-hari,” tegas Heli.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga kesehatan, sekolah, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang sehat di Kota Batu.
Ditambahkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat bahwa kegiatan Skrining Penyakit Jantung Rematik penting dilakukan. Karena anak usia 5 – 15 tahun merupakan kelompok anak paling rentan terhadap infeksi bakteri pemicu penyakit ini.
Melalui skrining kesehatan, Dindik Kita Batu ingin memastikan anak-anak di kita ini bisa tumbuh sehat, produktif, dan terhindar dari risiko kecacatan permanen di masa depan. “Langkah preventif ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Generasi Emas 2045 yang sehat dan berkualitas,” tandas Alfi. [nas.kt]


