Kota Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemko) Batu telah membentuk tim Kader Desa/Kelurahan Siaga TBC. Hal ini sesuai dengan arahan Wamenkes RI, dr Benyamin Paulus Otctavianus saat datang ke Kota Batu. Ia menekankan pentingnya pencegahan dan deteksi dini penyakit dalam penanggulanan TBC. Dan peran Kader Siaga TBC berperan penting dan menjadi kunci untuk menemukan kasus baru dan sekaligus mencegah adanya penularan.
Saat ini di seluruh desa/ kelurahan di Kota Batu telah ada Tim Siaga TBC dengan melibatkan 49 kader. Keberadaan mereka untuk memperkuat penemuan kasus dan pencegahan penularan.
“Dan untuk memotivasi mobilitas para kader Siaga TBC, Pemkot Batu memberikan bantuan transportasi Rp500.000 per orang yang disertai pemberian paket sembako,” ujar Nurochman, Wali Kota Batu, Selasa (27/10/2026).
Keberadaan Kader Siaga TBC ini, katanya, selaras dengan pembuatan program Satu Desa Saru Dokter yang dibuat Pemkot Batu. Kesiagaan para kader dalam mencegah dan mendeteksi dini TBC, diikuti dengan kesiapan para dokter desa dalam menangani TBC.
Karena itu, penguatan layanan kesehatan hingga tingkat desa dan kelurahan menjadi langkah strategis bagi Pemkot Batu untuk mendekatkan pemeriksaan dan deteksi dini penyakit kepada masyarakat.
Wali Kota Batu, Nurochman, menjelaskan program Satu Desa Satu Dokter merupakan bagian dari visi mBatu SAE untuk menjangkau masyarakat hingga pelosok dusun. Dokter di tingkat desa diharapkan memastikan hasil skrining ditindaklanjuti dengan penanganan medis yang tepat.
“Pemeriksaan kesehatan tidak boleh berhenti pada tahapan skrining. Hasil pemeriksaan wajib ditindaklanjuti secara presisi agar masyarakat segera memperoleh intervensi medis sesuai kondisinya,” tegas Nurochman.
Keberadaan Unit Pelayanan Kesehatan Desa/ Keluraham (UPKD/K), katanya, menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di desa dan kelurahan, dengan layanan pemeriksaan dasar dan skrining penyakit. Hal ini sekaligus langkah pemberian pendampingan kesehatan bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Adapun Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) meliputi, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, serta edukasi pola hidup sehat dan kepatuhan minum obat. Dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) harus dilakukan, termasuk untuk tuberkulosis (TBC) guna meningkatkan deteksi dini dan pemahaman tentang pencegahan serta pengobatannya.
Penguatan UPKD/K merupakan bagian dari program prioritas visi MBATU SAE untuk memastikan pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan berjalan optimal dan berkelanjutan. “Dengan layanan yang lebih dekat, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses pemeriksaan kesehatan dan memperoleh penanganan sejak dini,” tandas Wali Kota. [nas.kt]




