30.5 C
Sidoarjo
Tuesday, October 27, 2026
spot_img

DPRD Jatim Gelar Wayang Kulit Lakon Wahyu Jitabsara, Masyarakat Bisa Nonton Gratis

DPRD Jatim, Bhirawa – Upaya melestarikan budaya tradisional tak cukup hanya dengan mengenang kejayaannya, tetapi harus terus menghadirkannya di tengah masyarakat.

Semangat itulah yang diusung DPRD Jawa Timur melalui Pagelaran Wayang Kulit DPRD Jatim 2026 yang digelar gratis dalam rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim untuk masyarakat pada Kamis (29/10/2026) di halaman DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya.

Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rouf, menegaskan bahwa pelestarian seni dan budaya daerah perlu mendapat ruang di tengah masyarakat. Menurutnya, wayang kulit bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga sarana menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang relevan lintas generasi.

“Melalui pagelaran wayang kulit ini, kami ingin ikut menjaga agar seni dan budaya tradisional tetap lestari serta dikenal oleh generasi muda. Budaya merupakan bagian dari jati diri bangsa yang harus dirawat bersama,” katanya, Selasa (27/10/2027).

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang kebersamaan antara DPRD Jatim dan masyarakat, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.

Ia menegaskan bahwa seni dan budaya tradisional merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda.

“Wayang kulit bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan. Di dalamnya ada nilai moral, filosofi kehidupan, dan kearifan lokal yang tetap relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini,” terangnya.

Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintahan. Salah satu caranya adalah menghadirkan pertunjukan tradisional di ruang publik agar masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk mengenal, menikmati, sekaligus mencintai warisan budaya bangsa.

Berita Terkait :  Sidak Rumah Sakit Daerah, Bupati Sampang Pastikan Pelayanan Berjalan Optimal

Pagelaran Wayang Kulit DPRD Jatim 2026 dijadwalkan mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. Pertunjukan ini akan dimeriahkan Cak Percil Cs, Abah Kirun, dan Guyon Maton.

Sementara itu, Ki Arif Sarjono akan bertindak sebagai dalang dengan membawakan lakon Wahyu Jitabsara.

Kehadiran para pengisi acara tersebut diharapkan menambah daya tarik pagelaran, sehingga seni pewayangan dapat dinikmati berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin budaya tradisional tetap dekat dengan masyarakat. Jangan sampai generasi muda hanya mengenal wayang sebagai cerita masa lalu, padahal banyak nilai kehidupan yang bisa dipelajari dari seni pewayangan,” ujarnya.

Selain menjadi ruang apresiasi seni, pagelaran ini juga diharapkan memperkuat kedekatan DPRD Jatim dengan masyarakat. Pendekatan budaya dinilai dapat menjadi ruang perjumpaan yang lebih terbuka, sekaligus mengingatkan bahwa pelestarian tradisi merupakan tanggung jawab bersama.

Masyarakat, khususnya warga Surabaya dan sekitarnya, diundang untuk menyaksikan pertunjukan tersebut secara langsung tanpa dipungut biaya.

Pagelaran ini mengusung semangat Merawat Tradisi, Melestarikan Budaya, dan Menguatkan Jati Diri Bangsa. Melalui pertunjukan wayang kulit, DPRD Jatim berharap warisan budaya tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu, melainkan tetap hidup, berkembang, dan dicintai lintas generasi. [geh.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!