29 C
Sidoarjo
Monday, June 22, 2026
spot_img

Pemkab Bojonegoro Bentuk Destana Sidomukti, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Bojonegoro, Bhirawa – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) Tahun 2026 yang digelar di Balai Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru, Senin (22/6).

Program Destana bertujuan mewujudkan desa yang tangguh dalam menghadapi ancaman bencana melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam mengkaji, menganalisis, menangani, memantau, serta mengurangi risiko bencana di wilayahnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu mengenali risiko dan melakukan langkah mitigasi maupun penanganan darurat secara mandiri sebelum bantuan dari pihak luar datang.

Kegiatan menghadirkan narasumber dari BPBD Provinsi Jawa Timur dan diikuti aparatur desa, masyarakat, serta relawan dari Desa Sidomukti, Nglumber, Krangkong, Kepoh, Brangkal, dan Simorejo.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan penanggulangan bencana. Menurutnya, masyarakat harus memiliki kemampuan untuk mengenali tanda-tanda bencana dan mengambil langkah antisipasi sejak dini.

“Saya berpesan kepada seluruh peserta Destana agar selalu tanggap terhadap berbagai potensi bencana. Saya yakin bapak dan ibu sekalian mampu mengendalikan situasi ketika tanda-tanda bencana mulai muncul. Dalam hal ini BPBD berfungsi sebagai koordinator agar upaya yang dilakukan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Wabup juga menyoroti persoalan kekeringan yang menjadi salah satu ancaman di wilayah Kecamatan Kepohbaru. Menurutnya, penanganan kekeringan harus menjadi perhatian bersama agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.

Berita Terkait :  Pemilihan Pelajar Duta Kamtibmas Diseleksi Untuk Bersaing Dilevel Jatim

“Yang terpenting juga adalah memperhatikan persoalan kekeringan. Dari persoalan tersebut harus ada langkah nyata sehingga kebutuhan air masyarakat di wilayah Kepohbaru dapat teratasi,” tambahnya.

Dengan terbentuknya Destana di Desa Sidomukti, Pemkab Bojonegoro berharap indeks risiko bencana daerah dapat terus ditekan. Selain itu, keberadaan Destana diharapkan mampu menciptakan rasa aman bagi masyarakat melalui kesiapsiagaan yang terencana, partisipatif, dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. [bas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!