32.7 C
Sidoarjo
Friday, October 16, 2026
spot_img

Pemkab Bertanggung Jawab atas Penanganan Korban Karhutla Bromo

Gus Haris bersama Kapolres dan Dandim saat memberikan keterangan terkait penanganan korban karhutla Bromo di RSUD Tongas, Kamis (15/10) malam. Ayu Firdausiyah Ahmad.

Kabuoaten Probolinggo, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Probolinggo memastikan ikut bertanggung jawab dalam penanganan korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura. Perhatian diberikan kepada korban luka bakar maupun keluarga korban meninggal dunia.

Bupati Probolinggo Mohammad Haris atau akrab disapa Gus Haris menegaskan bahwa penanganan korban menjadi tanggung jawab bersama. Hal itu disampaikan saat memberikan keterangan di depan kamar jenazah RSUD Tongas, Kamis (15/10) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

“Yang pasti kami akan ikut menanggung. Kami akan pastikan semuanya baik-baiknya. Hanya saya minta kepada Dinas Kesehatan dan lain sebagainya, ini adalah jadi tanggung jawab kita,” ujar Gus Haris.

Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memberikan perhatian serius terhadap kondisi keluarga korban. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan penanganan dan bantuan sesuai kebutuhan.

“Perhatikan dengan baik agar kita lakukan, kita berikan yang terbaik untuk keluarga mereka,” katanya.

Gus Haris juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya para petugas dan relawan yang gugur ketika menjalankan tugas pemadaman. Ia menilai para korban telah menjalankan tugas untuk kepentingan negara.

Berita Terkait :  Kemarau Mengering, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

“Bertugas atas nama negara kami anggap mereka adalah pahlawan,” tegasnya.

Dalam kejadian tersebut, empat orang meninggal dunia. Mereka adalah Sukaris dan Hendra Rony Wageanata, petugas TNBTS, serta Sefril dan Wisnu, karyawan Artotel yang direkrut sebagai relawan pemadaman. Dua korban lainnya, Munawi dari MMP TLP dan Suraji dari Artotel, mengalami luka bakar serius.

Gus Haris menjelaskan bahwa kebakaran berlangsung sangat cepat. Petugas yang terlibat dalam pemadaman telah direkrut dan memiliki sertifikasi, tetapi perubahan arah angin membuat sebagian personel terjebak di antara kobaran api.

“Yang bertugas di sini memang petugas yang direkrut dan sudah bersertifikasi. Jadi korban ini yang tadinya 12 orang ikut melakukan pemadaman sesuai dengan standar dan SOP, tetapi kemudian harus terpisah di dua lokasi karena kebakaran, kemudian angin berbalik dengan sangat cepat,” jelasnya.

Selain penanganan korban, Gus Haris mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan kebiasaan membakar lahan untuk membersihkan atau membuka area. Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem dapat membuat api menyebar dengan cepat dan menimbulkan dampak yang membahayakan.

“Membersihkan lahan dengan membakar dan dengan cuaca yang sangat ekstrem saat ini, apa pun bisa terjadi, termasuk membakar rumah saudara-saudara kita, bahkan bisa kejadian seperti ini,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan instansi terkait dalam penanganan dampak kebakaran. Sementara itu, penyelidikan penyebab kejadian dan pendataan luas lahan terdampak masih berlangsung. fir. wwn

Berita Terkait :  Pj Bupati Madiun: Kemitraan Pers dengan Pemda Jangan Berhenti

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!