Surabaya, Bhirawa. – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di Kota Surabaya berlangsung dengan suasana ramah, menyenangkan, dan jauh dari praktik perploncoan.
Sejumlah sekolah menerapkan konsep MPLS Ramah Anak yang diinisiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk ciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik baru, salah satu sekolah percontohan adalah SMPN 19 Surabaya.
Kepala SMPN 19 Surabaya, Sri Widowati mengatakan, seluruh rangkaian MPLS disusun supaya siswa merasa senang sekaligus memperoleh pembelajaran karakter, materi diberikan mengacu pada program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang menanamkan nilai kemandirian, tanggung jawab, keimanan, hingga cinta tanah air sesuai profil lulusan.
”Kegiatan kami beragam, tujuannya supaya anak-anak nyaman sekaligus belajar membangun karakter sejak hari pertama masuk sekolah,” ujarnya.
Sri menegaskan, sekolah tidak memberi ruang terhadap praktik senioritas negative, meski melibatkan pengurus OSIS sebagai panitia, peran mereka hanya sebatas mendampingi dan membantu siswa baru selama kegiatan berlangsung, seluruh pelaksanaan MPLS tetap berada di bawah pengawasan dan tanggung jawab guru.
”Keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MPLS tahun ini, sebelum kegiatan dimulai, sekolah telah menggelar sosialisasi parenting untuk memberikan pemahaman mengenai aturan dan petunjuk teknis MPLS terbaru dari Kementerian Pendidikan,” jelasnya.
Sri menyampaikan tahun ini SMPN 19 Surabaya menerima siswa baru yang dibagi ke dalam 13 gugus selama MPLS, setelah kegiatan pengenalan selesai, sekolah akan melaksanakan tes pemetaan sebagai dasar pembentukan 11 rombongan belajar (rombel) secara definitif.
Sementara itu, penerapan MPLS Ramah Anak juga dilakukan di tingkat sekolah dasar, salah satunya di SDN Klampis Ngasem I Surabaya, dengan mengemas kegiatan pengenalan lingkungan dengan pendekatan yang menyenangkan agar siswa yang baru lulus dari Taman Kanak-kanak (TK) tidak merasa canggung memasuki jenjang pendidikan dasar.
Kepala SDN Klampis Ngasem I Surabaya, Slamet Pujiono menjelaskan, pihaknya berupaya memberikan rasa aman dan nyaman, baik secara fisik maupun psikologis. Lingkungan sekolah juga dipastikan bebas dari tindakan perundungan sehingga anak-anak dapat beradaptasi dengan baik.
”Anak-anak sering menganggap SD itu lebih serius dan menakutkan, anggapan itu kami hilangkan dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang menyenangkan sehingga mereka merasa betah di sekolah,” katanya.
Sebagai bagian dari pengenalan lingkungan, sebanyak 112 siswa baru diajak mengikuti permainan bertema Tur Berburu Harta Karun, melalui permainan siswa dikenalkan dengan berbagai fasilitas sekolah secara interaktif tanpa menimbulkan rasa lelah maupun bosan.
”Sekolah juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan Operasi Semut, yaitu mengajak siswa memungut sampah kecil di sekitar sekolah dan membuangnya ke tempat sampah sebagai pembiasaan hidup bersih sejak dini,” pungkasnya.
Slamet berharap sinergi antara sekolah dan orang tua terus terjalin selama proses pendidikan berlangsung, komunikasi yang baik akan membantu menyelaraskan pembinaan karakter anak di sekolah maupun di rumah.
”Orang tua perlu mengetahui program-program sekolah sehingga dapat memberikan dukungan dan motivasi yang sama di rumah, dengan kolaborasi itu potensi anak dapat berkembang secara optimal,” imbuhnya. [ren.fen]


