32.9 C
Sidoarjo
Sunday, August 9, 2026
spot_img

Api Melompati JLKT, Wisata Bromo Ditutup Total — WNA Sempat Cemas Api Mendekati Cemoro Lawang

Kabupaten Probolinggo, Bhirawa — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kaldera Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), semakin meluas. Hingga Minggu (9/8/2026), luas area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 520 hektare, berdasarkan informasi terbaru dari Balai Besar TNBTS.

Kobaran api bahkan dilaporkan melompati Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di kawasan Blok Jantur dan berpotensi bergerak menuju Lembah Watangan. Kondisi darurat ini mendorong penutupan seluruh akses kunjungan wisata Gunung Bromo secara menyeluruh.

Balai Besar TNBTS resmi menghentikan kunjungan wisata dari lima pintu masuk mulai Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Penutupan dilakukan untuk mendukung efektivitas operasi pemadaman sekaligus memastikan keamanan dan keselamatan pengunjung.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan pergerakan api berlangsung cepat akibat hembusan angin kencang.

“Barusan api dapat melompati JLKT di arah Blok Jantur dengan kuatnya angin. Diperkirakan tidak lama lagi akan sampai ke Lembah Watangan,” kata Oemar dalam laporan perkembangan penanganan karhutla, Sabtu (8/8/2026).

Selain Blok Jantur, titik kebakaran di kawasan Argowulan juga dilaporkan membesar. Kondisi angin yang kencang dan medan yang sulit dijangkau membuat proses pengendalian api semakin kompleks.

Lima pintu masuk yang ditutup meliputi: Cemorolawang (Kabupaten Probolinggo), Wonokitri (Kabupaten Pasuruan), Jemplang dan Coban Trisula (Kabupaten Malang), serta Senduro (Kabupaten Lumajang). Keputusan ini membuat seluruh aktivitas wisata di kawasan Bromo dihentikan sementara. Masyarakat maupun wisatawan tidak diperkenankan melakukan aktivitas wisata di kawasan TNBTS selama penutupan berlangsung.

Berita Terkait :  Sebanyak 4.502 PPPK Paruh Waktu Terima SK, Bupati Hamid Tegaskan Disiplin dan Kinerja ASN

 Wisatawan Asing Sempat Cemas

Dampak situasi karhutla tersebut juga dirasakan wisatawan asing yang berada di kawasan Bromo. Dua wisatawan asal Prancis, Axel Beriel (28) dan Melanie Monnot (27), mengaku sempat melihat kobaran api dari kawasan tempat mereka menginap.

Keduanya tiba di kawasan Bromo pada Sabtu (8/8/2026). Axel mengatakan mereka mengetahui informasi kebakaran dari sejumlah sumber, termasuk Google Maps dan Instagram, namun belum mengetahui secara pasti lokasi kebakaran.

Wisatawan asal Prancis Melanie Monnot (27)

“Kami sebenarnya agak takut karena melihat kobaran api di perbukitan pada malam hari. Kami sedikit khawatir api itu mungkin akan sampai ke Cemoro Lawang,” ujar Axel saat ditemui di kawasan TNBTS, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Meski sempat cemas, Axel melihat situasi di sekitar Cemoro Lawang masih terkendali dan tidak melihat kepanikan di kawasan tersebut.

“Tapi sepertinya sekarang sudah terkendali dan tidak ada yang panik di sini, jadi itu pertanda baik,” katanya.

Kekhawatiran serupa dirasakan Melanie. Awalnya ia tidak mengetahui adanya kebakaran, namun kondisi langit yang tampak gelap membuat mereka curiga hingga mencari informasi melalui internet. Malam harinya, mereka bahkan dapat melihat kobaran api dari kejauhan.

“Kami bisa melihat apinya pada malam hari, dan apinya terlihat sangat besar. Itu membuat saya takut ketika akan tidur karena saya berpikir mungkin apinya akan sampai ke kawasan ini. Tapi ternyata tidak, jadi syukurlah,” ujar Melanie.

Berita Terkait :  DPRD Jatim Acungi Jempol Bojonegoro Sapu Bersih 5 Penghargaan TOP BUMD Awards 2026

Meski demikian, Melanie mengaku tidak kecewa. Ia memilih tetap menikmati kunjungannya selama kondisi memungkinkan.

“Saya tidak kecewa, karena kondisi seperti ini memang bisa terjadi dan itu bagian dari kehidupan. Jadi, kami hanya akan berusaha menikmati waktu kami di sini sebisa mungkin,” tuturnya.

Keduanya baru pertama kali mengunjungi Bromo. Sebelum mengetahui pembatasan, mereka berencana naik ke kawasan Bromo pada Minggu siang, namun rencana tersebut belum dapat dipastikan. Meski kunjungan terganggu, mereka tetap mendapatkan pengalaman berkesan dari pemandangan matahari terbit. Mereka dijadwalkan meninggalkan kawasan Bromo pada Senin (10/8/2026).

 Mekanisme Tiket: Reschedule & Refund

Balai Besar TNBTS memberikan mekanisme bagi wisatawan yang telah membeli tiket secara daring sebelum penutupan diberlakukan. Wisatawan yang memiliki tiket pada periode penutupan dapat mengajukan penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian dana (refund) melalui formulir yang disampaikan admin aplikasi booking online TNBTS.

Balai Besar TNBTS mengimbau masyarakat, wisatawan, pelaku jasa wisata, serta pihak terkait untuk tidak melakukan aktivitas wisata di kawasan TNBTS selama penutupan berlangsung. Masyarakat juga diminta turut menjaga kawasan konservasi dari ancaman kebakaran, termasuk memperhatikan penggunaan api.

Penutupan seluruh akses wisata tersebut akan berlangsung sampai ada pemberitahuan lebih lanjut, seiring masih berlangsungnya upaya pengendalian karhutla yang hingga kini telah berdampak pada sekitar 520 hektare kawasan Kaldera Bromo. [fir.kt]

Berita Terkait :  Resmikan PLTS, Pemkab Lamongan Dukung Pemanfaatan Energi Terbarukan

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!