31 C
Sidoarjo
Tuesday, April 14, 2026
spot_img

Mensos Gus Ipul Sebut Bansos itu Sementara, Saatnya Rakyat Naik Kelas

Pasuruan, Bhirawa

Pemerintah pusat mulai menggeser paradigma bantuan sosial dari sekadar jaring pengaman menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi. 

Melalui kolaborasi program prioritas, masyarakat kelompok rentan didorong untuk tidak selamanya bergantung pada bantuan tunai, melainkan naik kelas melalui pemberdayaan dan akses pendidikan yang berkualitas.

Pernyataan itu ditegaskan oleh Menteri Sosial RI, H Saifullah Yusuf saat menghadiri kegiatan Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi di Taman Kawasan Mekkah, Kota Pasuruan, Selasa (10/3) sore.

Dalam acara yang juga diisi dengan penyaluran paket bahan pokok bagi 1.500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tersebut, ia menggaris bawahi bahwa bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), sejatinya bersifat sementara.

“Pemerintah ingin mendorong masyarakat usia produktif untuk naik kelas melalui program pemberdayaan ekonomi. Bantuan sosial itu sifatnya stimulan,” tandas Gus Ipul.

Salah satu instrumen utama dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi adalah melalui program Sekolah Rakyat (SR). 

Program itu dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga yang paling tidak mampu untuk mendapatkan layanan pendidikan dan nutrisi yang layak.

Gus Ipul menjelaskan, transformasi fisik dan kepercayaan diri anak-anak terlihat jelas setelah enam hingga tujuh bulan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Sekolah ini didirikan oleh Bapak Presiden untuk keluarga yang paling tidak mampu. Kami harap mereka yang merasa mampu untuk bersabar, karena prioritas adalah mereka yang sangat membutuhkan,” jelas Gus Ipul.

Berita Terkait :  Menegakkan Regulasi ODOL dan Keselamatan Pengguna Jalan

Di Kota Pasuruan, geliat program itu mulai terlihat dari keterampilan para siswa. Dalam acara tersebut, siswa dari SRMP 28 dan SRT 3 Pasuruan menampilkan kepiawaian dalam baris-berbaris polisi cilik, tari saman, pertunjukan teater, hingga pidato dalam bahasa Inggris dan Arab.

Selain sektor pendidikan, penguatan ekonomi akar rumput dilakukan melalui skema koperasi. Masyarakat didorong untuk bergabung dalam Koperasi Desa Merah Putih sebagai wadah pemberdayaan kolektif. 

“Saya berharap, dengan bergabung dalam koperasi, masyarakat yang selama ini bekerja sebagai buruh tani memiliki akses lebih baik terhadap modal dan pasar sehingga kesejahteraan keluarga meningkat,” tegas Gus Ipul.

Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo menyambut baik sinergitas tersebut. Ia menekankan bahwa keberhasilan program-program prioritas ini sangat bergantung pada akurasi data di lapangan agar bantuan dan pemberdayaan benar-benar tepat sasaran.

“Ini adalah wujud komitmen dan cita-cita kita semua. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Pasuruan secara berkelanjutan,” urai Mas Adi, sapaan akrabnya.  [hil.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!