- Peringatan Hari Jadi Pamekasan Ke-496
- Pamekasan, Bhirawa. – Malam Kemilau Madura satu rangkaian peringatan Hari Jadi Pamekasan ke 496, berlangsung aman dan meriah. Panitia menyediakan 6.000 kupun untuk ditukar kuliner halal bernuasa Madura, Arab dan Chinese, di area Taman Arek Lancor, Senin (2/10) malam.
“Alhamdulillah, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadiran Allah SWT, saat ini kita bisa bersilaturrahmi dalam kegiatan Malam Kemilau Madura dengan tema “Simponi Budaya Pamekasan”, kata Bupati Pamekasan, K.H Kholilurrahman mengawali sambutan .
Momentum Hari Jadi Pamekasan ke 496, Bupati mengajak semua pihak memperkuat identitas budaya dan persatuan masyarakat dalam menjaga identitas Madura di tengah perubahan zaman, globalisasi dan perkembangan kehidupan masyarakat.
Diusia 496 tahun, bukan perjalanan singkat. Pamekasan telah melewati fase sejarah, perubahan jaman dan dinamikan kehidupan masyarakat. Namun ditengah perubahan tersebut kita memiliki satu kekuatan yang harus terus dijaga, yaitu identitas.
“Identitas ini tidak boleh hilang, termasuk bahasa Madura. Kepada pak Sekda cona diatur satu hari dalam satu minggu kita berbicara dalam bahasa Madura, karena anak-anak kita sudah banyak meninggalkan bahasa Madura,” ucapnya.
Ia mencontohkan, jangan seperti bahasa Babilionia. Bangsa Babilionia kehilangan identitas karena masuk komunitas arab, sehingga bahasa Babilionia di Irak sudah tidak dikenal lagi. Maka itu, bahasa Madura tetap Madura dari Indonesia.
Karenanya, malam ini bukan sekedar malam hiburan dan perayaan akan tetapi mengandung makna yang sangat dalam. Perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup bersama melainkan kekayaan yang harus kita buat sebagai kekuatan persatuan dan kesatuan.
Dihadapan mantan bupati, wakil bupati, Pj. bupati dan sekretaris daerah, serta pejabat, pimpinan perbankan dan pengusaha, disampaikan raihan penghargaan warisan budaya harta benda (WBTB) dari Kemendikbud RI, pengakuan atas kekayaan tradisi dan budaya Pamekasan untuk “Musik Daul”.
Sertifikat Kekayaan Intelektual atau HaKI dari KemenkumHAM Wilayah Jawa Timur, memberi perlindungan hokum atas karya dan kreatifitas masyarakat, serta penghargaan inovasi pembangunan pemerintahan yang kreatif, adaktif dan inovatif dari Badan Stategi Kebijakan Dalam Negeri di Kemendagri.
Mantan anggota DPR RI, berterima kasih kepada Kepala BPJS Kesehatan yang telah memberikan kado di Hari Jadi Pamekasan 496, yaitu dibukanya kembali BPJS Kesehatan untuk masyarakat Pamekasan.
Alhamdulillah, Jawa Pos.com, Walwatika 2026 menganugrahi Pamekasan atas keberhasilan pengentasan kemiskinan. Kedua, inisiatif pembangunan manusia dan kesejahteraan social. Anugrah Apresiasi Indonesia Ward dari Suara Indonesia, “Bupati Pamekasan Tokoh Partisipatif Penggerak Pembangunan dan Pelayanan Public Daerah”.
Kata Bupati, Pemkab Pamekasan berkomentmen untuk terus melestarikan budaya local, memberikan ruang bagi kreatifitas masyarakat, perlindungan karya dan kekayaan intelektual serta mendorong lahir berbagai inovasi penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan daerah.
“Kepada generasi muda untuk tidak pernah malu dengan budaya sendiri. Saat kita mencintai bahasa dan budaya kita kembangkan kreatifitas serta jadikan budaya sebagai kekuatan membangun masa depan Pamekasan,”pintanya.
Jadikan Pamekasan sebagai daerah tidak hanya maju secara ekonomi dan pembangunan, akan tetapi juga kuat dalam karakter, kaya akan budaya, terbuka dalam keberagaman dan unggul dalam inovasi. Pamekasan boleh berubah mengikuiti perkembangan jaman, akan tetapi jangan pernah kehilangan jati diri dan budaya.
Malam kemilau Madura, bertema mendapat apresiasi Menteri Kebudayaan RI, akuturasi harmonis tiga etnis, budaya Madura, Arab dan China sebagai kekayataan hilirisasi budaya dan kemajuan budaya nasional yang membanggakan dan menjadi pilar kekuatan Bangsa kita.
“Semoga keberhasilan acara ini memberi dorongan semangat insiprasi kepada pelaku seni di Madura untuk terus berkarya, berinovasi memperkokoh jati diri budaya Bangsa. Mari kita bersama sama rawat dan gaungkan kekayaan budaya Indonesia di mata dunia,” harapnya. [din.hel]


