Surabaya, Bhirawa
Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembangkan aplikasi NyxAId untuk untuk memberikan aksesibilitas pertolongan pertama yang inklusif bagi tunanetra. NyxAId merupakan Sistem Assistive First Aid Berbasis Aplikasi Mobile dan Kacamata Pintar Terintegrasi AI-RAG bertujuan mengoptimalkan kemandirian medis bagi tunanetra pada situasi darurat, Inovasi tersebut digagas oleh Gressendy Zahwarani (FV), Hannah Icasia Illine (FV), Zalfa Zahira Febriyani (FKM), Shafrie Alvito Wimala Rasendrya (FV), dan Muhammad Bariq Azka (FV) yang berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026. Minggu, (14/6/2026)
Ketua tim NyxAId, Gressendy Zahwarani mengatakan bahwa hadir sebagai sistem assistive first aid bertujuan membantu penyandang tunanetra untuk dapatkan penanganan medis darurat secara instan dengan perangkat pintar yang terintegrasi, “Inovasi ini ingin memosisikan teknologi kacamata pintar yang awalnya hanya berfungsi sebagai alat bantu mobilitas atau navigasi jalan, bergeser jadi detektor medis yang mampu memindai luka secara visual,” mengatakan.
Lanjut Gressendy menjelaskan pengembangan platform berawal dari pengalaman kolektif anggota tim kerap melihat penyandang tunanetra berjalan sendirian di ruang publik dan mengalami kebingungan saat menghadapi situasi darurat. “Berawal dari observasi anggota tim kami, akhirnya memikirkan risiko besar jika tunanetra terjatuh atau terluka tanpa ada orang lain yang menolong, sebab itu menghadirkan ekosistem digital untuk mendeteksi letak luka sekaligus memandu tindakan medis yang harus mereka lakukan,” ungkapnya.
Gressendy menyampaikan integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) berbasis Large Language Model-Retrieval Augmented Generation (LLM-RAG) mereka pilih memberikan ruang komunikasi dua arah yang interaktif via audio, setiap jenis luka membutuhkan penanganan yang berbeda.
“Melalui sistem AI-RAG terverifikasi medis, pengguna tunanetra maupun pendamping memperoleh panduan pertolongan pertama yang cepat dan akurat, bisa didapatkan melalui fitur pemindai luka, buku panduan suara, hingga percakapan interaktif,” tuturnya.
Ia berharap platform tersebut bisa meningkatkan keamanan, keselamatan, dan kemandirian medis bagi kelompok disabilitas netra di ruang publik, dan sistem akan otomatis menghubungkan ke fitur emergency call menuju keluarga atau faskes terdekat. “Berharap NyxAId dapat terus berkembang supaya mampu memberikan dampak proteksi yang lebih luas bagi kemanusiaan,” imbuhnya.[ren.ca]


