33.7 C
Sidoarjo
Sunday, October 25, 2026
spot_img

Anggota DPRD Jatim Tekankan Pentingnya Rumah Perjuangan dan Program Berbasis Kebutuhan Umat di Fatayat NU

​Situbondo, Bhirawa – Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PPP (FPPP), Hj. Zeiniye, S.Ag., menegaskan pentingnya menjadikan kantor organisasi sebagai “rumah pergerakan” yang aktif dan tidak vakum dari berbagai kegiatan. Penegasan ini disampaikan untuk menjawab tantangan zaman dan persoalan sosial yang kian dinamis dan berbeda dibanding beberapa puluh tahun lalu. 

​Dalam arahannya, Hj. Zeiniye menyampaikan bahwa rapat kerja organisasi bertujuan untuk menyusun program yang benar-benar berbasis pada kebutuhan riil masyarakat melalui analisis SWOT. 

“​Keberadaan Fatayat NU harus mampu dirasakan nilai manfaatnya secara langsung oleh masyarakat sekitar,” aku Hj Zeiniye.

Hj Zeiniye juga mengatakan upaya ​peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM)—baik dari segi kemampuan, pemahaman, maupun keterampilan—perlu terus ditingkatkan tanpa terhalang oleh batasan ruang dan waktu. 

“Sebagai contoh nyata program sukses di masa lampau, Hj. Zeiniye mengenang program Kuliah Alternatif yang diselenggarakan tanpa memandang batasan usia maupun latar belakang pendidikan. Program tersebut mengangkat tema besar seperti “Merebut Ruang Publik” bagi perempuan yang sebelumnya tidak pernah terjun ke ruang publik. 

​Program ini dikemas dalam modul pelatihan selama 10 kali pertemuan lengkap dengan narasumber kompeten dan pemberian sertifikat. 

​

Dampak jangka panjang dari program tersebut telah melahirkan banyak kader Fatayat di berbagai lini strategis.

​Alumni program ini kini berkiprah di berbagai lembaga, mulai dari anggota KPU, Bawaslu, Ketua DPRD Kabupaten, anggota DPRD Provinsi, Wakil Bupati, hingga anggota DPRD Kabupaten/Kota. 

Berita Terkait :  CSR Bank Jatim, Bupati Gresik Serahkan 3 Mobil CSR ke Ponpes dan GP Ansor Bawean

“​Meskipun dampak pelatihan tidak langsung dirasakan saat itu juga, ilmu tersebut terbukti diterapkan dan berbuah manis dalam kurun waktu lima tahun pasca-pelatihan,” ungkapnya.

​Menyoroti peran kader Fatayat NU yang berada pada usia produktif, Hj. Zeiniye juga mendorong adanya kolaborasi aktif dengan program-program pemerintah daerah. Sinergi ini dinilai sangat krusial dalam mengatasi berbagai persoalan sosial mendasar. 

​”Tentu tidak bergantung, tetapi bersinergi. Kalau bergantung, anggaran full dari sana. Tapi kalau bersinergi, apa yang ada di Fatayat dan apa yang dari pemerintah daerah bisa disandingkan untuk pembangunan,” ujar Hj. Zeiniye.

​Melalui sinergi tersebut, program Fatayat NU dapat diselaraskan dengan penanganan isu stunting, penurunan angka kemiskinan, serta pencegahan angka kematian ibu dan anak di daerah.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!