28.9 C
Sidoarjo
Wednesday, June 3, 2026
spot_img

Lantik 65 Kepala Sekolah, Gubernur Jatim Tekankan Mutu Pendidikan

Dindik Jatim, Bhirawa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik 65 kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rabu (3/6/2026). Pelantikan tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah di sejumlah satuan pendidikan di Jawa Timur berdasarkan SK Gubernur Nomor 800/1856/204/2026.

Dikatakan Khofifah tugas kepala sekolah semakin berat seiring capaian prestasi pendidikan Jawa Timur yang terus meningkat di tingkat nasional. Ia menyebut keberhasilan Jawa Timur meraih peringkat tertinggi nasional dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) selama tujuh kali berturut-turut menjadi bukti kinerja seluruh elemen pendidikan.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras kepala sekolah, guru, siswa, wali murid, komite sekolah, serta koordinasi Dinas Pendidikan Jawa Timur di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai.

Khofifah juga mengingatkan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan dalam menghadapi bonus demografi. Salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Jatim yakni melalui program “Mama Mau Naik Kelas” atau Madura Maju, Madura Unggul, dan Madura Naik Kelas.

Ia menyebut program tersebut terbukti efektif meningkatkan jumlah siswa SMA dan SMK di empat kabupaten di Madura yang diterima melalui jalur SNBP maupun SNBT tahun ini.

“Artinya bahwa kita berharap pemerataan kualitas pendidikan ini makin bisa dirasakan oleh seluruh elemen dan seluruh area di Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.

Berita Terkait :  Jelang MPLS, SMP PGRI 1 Buduran Jalin Sinergitas dengan Wali Murid Baru

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, awalnya terdapat 88 usulan kepala sekolah yang diajukan Dindik Jatim ke Kemendikdasmen dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun setelah proses evaluasi, hanya 65 orang yang dinyatakan memenuhi syarat untuk dilantik.

“Dari 88 itu yang siap dilantik hari ini adalah 65. Ada sekitar 23 yang gagal dilantik karena aturan kepala sekolah hanya boleh menjabat dua periode,” jelasnya.

Aries merinci, dari total 65 kepala sekolah yang dilantik, sebanyak 30 orang merupakan promosi dari guru menjadi kepala sekolah, sedangkan 35 lainnya merupakan hasil rotasi dan mutasi jabatan. Selain itu, terdapat mekanisme reward dan punishment dalam proses penempatan tersebut.

Ia berharap seluruh kepala sekolah yang baru dilantik dapat menunjukkan integritas, menjadi teladan, serta mampu meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.

Menurut Aries, saat ini masih terdapat sekitar 30 jabatan kepala sekolah yang kosong di seluruh Jawa Timur. Kekosongan sementara dijabat pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses usulan dan penerbitan SK berikutnya.

“Kepala sekolah ini memiliki tanggung jawab penting, terutama menghadapi sistem penerimaan murid baru. Karena itu setelah dilantik mereka langsung bekerja,” katanya. [ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!