28 C
Sidoarjo
Tuesday, April 28, 2026
spot_img

Langkah Kecil Menuju Kemandirian, UPT RSBN Malang Bekali PM Baru dengan Tongkat

Pemprov Jatim, Bhirawa
Kemandirian bukanlah hal yang mustahil bagi penyandang disabilitas netra. Hal itu bermula dari alat sederhana yang bermakna besar: tongkat putih yang menjadi pegangan hidupnya.

Menyadari hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Netra (UPT RSBN) Malang kembali menunjukkan kepeduliannya dengan mendistribusikan alat bantu mobilitas bagi para Penerima Manfaat (PM) baru.

Suasana di lingkungan UPT RSBN Malang tampak berbeda hari itu. Para PM baru menyambut alat bantu tersebut sebagai “kaki” baru mereka. Penyerahan tongkat ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan bagian krusial dari orientasi awal rehabilitasi agar mereka mampu mengenali medan dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar secara mandiri.

Tak hanya menerima fisik tongkat, para PM juga dibimbing langsung oleh instruktur berpengalaman. Mereka diajarkan teknik memegang hingga cara mengayun tongkat yang benar guna mendeteksi rintangan. Edukasi ini penting agar setiap langkah yang diambil tidak hanya mandiri, tetapi juga aman.

Bagus Wahyudi, salah satu PM asal Kabupaten Pasuruan, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, tongkat ini adalah suntikan rasa percaya diri.

“Tongkat ini sangat membantu saya untuk belajar mandiri. Sekarang saya mulai berani berjalan sendiri untuk mengenal lingkungan di RSBN,” ungkapnya dengan nada optimis.

Kepala UPT RSBN Malang, Anantya Wulandari, S.Sos, M.Si, menjelaskan bahwa fasilitas ini adalah fondasi awal bagi proses transformasi para PM. Menurutnya, tongkat tersebut memiliki filosofi yang lebih dalam dari sekadar alat bantu fisik.

Berita Terkait :  Bupati Berkomitmen akan Mendukung Proses Pemeriksaan LKPD oleh BPK RI

“Tongkat ini adalah simbol kemandirian. Kami ingin mereka merasa berdaya sejak awal. Dengan dukungan ini, kami berharap mereka lebih percaya diri dalam mengikuti seluruh proses pembelajaran di sini,” tegas Anantya.

Langkah konkret yang dilakukan UPT RSBN Malang ini menjadi cermin pelayanan rehabilitasi yang holistik. Fokusnya tidak hanya pada pengasahan keterampilan teknis, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan esensial yang menunjang kualitas hidup sehari-hari.

Harapannya, melalui langkah awal yang mantap dengan tongkat di tangan, para penyandang disabilitas netra ini kelak siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, tangguh, dan berdaya. [rac.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!