28 C
Sidoarjo
Wednesday, August 26, 2026
spot_img

Khitthah NU Abad Ke-2

Kalangan nahdliyin suka cita menyambut muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang. Terasa bagai “pulang” ke rumah keluarga besar. Karena muassis (pendiri), sekaligus pahlawan nasional, KH Wahab Chasbullah, berasal dari pesantren Tambak Beras. Semula dikhawatirkan terjadi kebuntuan. Ternyata sangat mudah akur (sepakat) dalam penentuanlokasi muktamar. Menjadi khas NU, segala perbedaan selalu berujungishlah (berbaikan), damai.

Selama setahun pra-muktamar, NU telah me-riuh-kan media masa. Menandakan pengharapan masyarakat terhadap lahirnya gagasan cemerlang NU. Seperti pada muktamar ke-27 di Situbondo, 1984, NU menjadi pelopor “asas tunggal.”Pidato Rais Aam Syuriyah PBNU (saat itu KH Achmad Shiddiq), menjadi sangat terkenal. Dalam khutbah iftitah (pidato awal) sebagai Rais Aam terpilih, dinyatakan, bahwa “Pancasila sudah final.”

Bahkan menjadi sangat fenomenal, karena seluruh Presiden RI, sejak Pak Harto hingga Prabowo Subianto, mengutip kalimat yang sama persis. “Pancasila sudah final.”Sejak itu seluruh ormas, LSM, dan partai politik (Parpol), tidak ragu-ragu mengakui asas tunggal Pancasila. Dasar negara (Pancasila) tidak perlu dipertentangkan dengan agama. Muktamar ke-27 di Situbondo, menjadi ikonik nahdliyin, karena dicetuskan pula sikap kembali ke khitthah NU tahun 1926, ketika didirikan di Surabaya.

Muktamar ikonik, karena sekaligus Gus Dur terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU. Sebelumnya, Gus Dur sudah meniti karir di PBNU sebagai Wakil Katib Syuriyah, hasil muktamar ke-26 di Semarang. Jabatan Wakil Katib Syuriyah, menunjukkan tingkat ke-ulama-an, bisa membaca dan menjelaskan isi kitab kuning. Juga piawai menterjemahkan berbagai tafsir AlQuran.

Berita Terkait :  Polresta Batu Usut Aksi Pengeroyokan Ciderai Semangat Sportivitas Olahraga

Gus Dur juga menjadi ikonik, berkait keterpilihannya (yang ketiga kali) dalam muktamar ke-29 di Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat. Tidak mudah karena harus “melawan” rezim (orde baru) yang sangat kokoh berkuasa. Gus Dur, tetap terpilih walau sudah dicarikan lawan. Namun tak sepadan dalam mutu personel dan ke-ilmu-an. Selanjutnya, setiap muktamar NU calon Ketua Umum PBNU selalu “ditakar se-level” dengan Gus Dur. Bahkan dalam muktamar ke-34 di Lampung, yang terpilih sebagai Ketua Umum, dianggap sebagai “fotokopi” Gus Dur.

Kembali ke khitthah 1926, berarti meninggalkan politik praktis. Menggantinya dengan politik kebangsaan. NU bukan underbouw parpol (tidak kemana-mana). Tetapi NU berada dimana-mana, kadernya bebas memilih parpol. Walau harus diakui, kembali ke khitthah, tidak mudah. Karena banyak kader nahdliyin”sangat ber-bakat” mengurus perkumpulan dengan jumlah masa sangat banyak. NU menjadi Perkumpulan dengan afiliasi ideologis nahdliyin terbesar di seluruh dunia.

Di dalam negeri, berdasar survei LSI (yang dipimpin Denny JA), perkembangan warga NU sangat pesat. Dari sekitar 25,5% pada dekade 1970-an, menjadi 56,9% pada tahun 2005. Jika prosentase tetap, maka jumlah nahdliyin saat ini sebanyak 165 juta orang. Melebihi suara sah dalam Pilpres 2024 (164,22 juta), dan Pemilu Legislatif 2024 (151,79 juta pemilih).

Saat ini NU memiliki 13 ribu lembaga pendidikan jenjang PAUD, serta 15 ribu sekolah dan madrasah, dengan akreditasi sangat baik. Di Jawa Timur bahkan memiliki sekolah (jenjang SD, SMP, dn SMA) terbaik tingkat propinsi. Juga 26 ribu pesantren dan 183 Perguruan Tinggi. Termasuk beberapa fakultas Kedokteran, dan 10 institut sains dan teknologi. Sebagian tidak menggunakan nama NU.

Berita Terkait :  Penyaluran Beras SPHP Capai 8 Ribu Ton, Perum BULOG: Harga Beras Medium Mulai Turun di Sebagian Besar Wilayah

NU dengan berbagai asetnya, bukan lagi puritan. Layak menempatkan diri sebagai mitra sejajar pemerintah. Tetapi bukan bagian (parsial) dari pemerintah. Bisa menjadi motor penggerak kesejahteraan nasional. Tetapi masih banyak gras-root nahdliyin masih terbelakang secara ke-ekonomi-an.

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!