Surabaya, Bhirawa. – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mendorong mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) berperan aktif sebagai agen literasi digital sekaligus pengawasan pemilu di Aula THE lantai 1 Kantor Manajemen Unair, Kampus MERR-C, Surabaya,
Kegiatan Bawaslu Campus Connect bertajuk Generasi Digital, Demokrasi Transparan, dimana peran mahasiswa dinilai penting untuk memperkuat pengawasan penyelenggaraan pemilu di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Rabu, (26/8/2026)
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu RI, Dr. Puadi, S.Pd., M.M., mengatakan Bawaslu memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi, terutama meningkatkan literasi kepemiluan dan menghadapi berbagai tantangan pengawasan pemilu di ruang digital.
“Bawaslu terus memperkuat regulasi serta kapasitas sumber daya manusia agar pengawasan pemilu mampu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, sehingga sosialisasi ini perlu disampaikan kepada civitas akademika,” ucapnya.
Puadi mengukapkan pengawasan pemilu ke depan tidak cukup hanya dilakukan melalui pola-pola konvensional, tapi perlu meningkatkan kemampuan pengawasan di ruang digital, termasuk pemantauan aktivitas di dunia maya dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Kami membuka peluang kolaborasi dengan berbagai platform digital untuk mendukung proses pengawasan pemilu,” pungkasnya.
Puadi menegaskan, transformasi pengawasan pemilu tersebut tidak dapat dilakukan Bawaslu seorang diri, Perguruan tinggi dan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen digital sekaligus agen literasi di tengah masyarakat.
“Kolaborasi tersebut tidak cuman berhenti sampai pada kesempatan kali ini untuk bisa melakukan sosialisasi, sebab memandang bahwa civitas akademika, jajaran mahasiswa sebagai agen digital, agen literasi, sehingga Bawaslu untuk bisa melakukan transformasi digital,” tuturnya.
Puadi menjelaskan keterlibatan mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tapi membuka ruang untuk terlibat dalam penelitian, riset maupun kegiatan kerelawanan yang berkaitan dengan pengawasan pemilu.
“Mahasiswa dapat berpartisipasi memantau perkembangan penyelenggaraan pemilu, keterlibatan mampu memperluas partisipasi masyarakat melakukan pengawasan serta meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pemilu yang demokratis dan berintegritas,” ujar Puadi.
Puadi menambahka kolaborasi dengan perguruan tinggi juga diarahkan melalui keterlibatan dosen dan kelembagaan kampus dalam penelitian maupun riset mengenai berbagai persoalan kepemiluan.
“Hasil riset dan kajian dari kalangan akademisi dapat menjadi masukan bagi Bawaslu dalam merumuskan program serta strategi pengawasan pemilu yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sehingga nanti menjadi program Bawaslu ke depannya ini sinergi dengan kalangan kampus untuk bisa dikolaborasikan,” imbuhnya. [ren.dre]



